Gowes Pagi Ke Taman Mini


We are the one! One!
We are the best! Best!

Akhirnya rasa kangen untuk gowes lagi terobati. Setelah berhasil mengeluarkan sepeda dari “sarangnya” pagi itu. Mengeluarkan sepeda untuk berolahraga itu menjadi peer tersendiri buat saya. Susah! Sebab harus melewati gang berisi barang-barang dagangan. Biasanya malam sebelum sepedaan membujuk orang di rumah dulu buat membantu mengeluarkan sepeda. Kemudian  diletakkan dekat pintu, atau paling apes ngeluarin sendiri (ini aja udah nguras keringat bo!).

Sebenarnya saya juga sedang males jalan kaki ke taman mini. Gara-garanya minggu sebelumnya kami berangkat agak siangan, jadi selesainya juga agak siangan. Agkutan yang biasa mengitari Taman Mini gak muncul-muncul. Sedangkan kami sudah harus pulang. Akhirnya kami memutuskan jalan kaki dari anjungan propinsi Jambi. Setelah capek panas-panasan berjalan sampai ke pintu empat, angkutannya masih belum ada. Kemungkinan sih karena macet. Makanya saya memilih bela-belain mengeluarkan lagi sepeda dengan penuh perjuangan daripada terjebak lagi seperti itu hehehe…

Bisa sih menyewa sepeda di taman mini, satu jamnya sekitar lima belas ribu. Buat keliling doang sih oke. Kalau maksudnya buat transportasi selama berkunjung di Taman Mini ya enggak lah, kemahalan cyin! Malesnya lagi harus dikembalikan ke tempat semula, gak bisa ditinggal di pintu keluar.

Pagi itu saya gak jadi ikut senam di Museum olahraga, karena saya sampai senamnya sudah hampir selesai. Di area Taman Mini ini ada dua tempat yang menyelenggarakan senam bersama. Satu di museum olahraga, dekat pintu masuk tiga yang berseberangan dengan teater Keong Mas. Satu lagi di dekat bundaran air mancur, lokasinya dari pintu masuk utama belok kiri ke arah Museum Indonesia. Di museum olahraga mulainya sekitar jam setengah tujuh, lebih pagi dibandingkan dengan yang di dekat air mancur.

p_20160508_072553_hdr_1.jpg

Senam pagi di Museum Olahraga Taman Mini Indah

Akhirnya saya melepas kangen  untuk gowes sengan mutar-mutar memikmati Taman Mini yang belum terlalu ramai. Sesekali berhenti buat ngambil foto. Saya lalu berbelok ke arah teater keong mas dimana saya mendengar yel-yel.  We are the one! One! We are the best! Best! Rupanya ada beberapa kelompok ibu-ibu yang sedang latihan baris-berbaris. Oh, saya baru tahu selain tempat piknik dan syuting sinetron, Taman Mini juga bisa jadi tempat  latihan baris-berbaris .

Oh iya, saya juga ketemu gedung yang unik. Bagian atas gedung ada penampakan berupa keris, namanya museum pusaka. Belum dibuka karena masih pagi, jadi foto bagian luarnya saja.

p_20160508_071035_hdr_1.jpg

Sebenarnya masih ingin menyelesaikan misi berkunjung ke anjungan tiap propinsi dan masuk aneka wahana yang ada, tetapi sementara ini ditunda dulu. Kapan-kapan aja deh. Yang penting misi bersepeda hari itu berhasil. Semoga bisa merubah angka-angka pada pengecekan kesehatan beberapa waktu lagi, dimana salah satu saran pada pemeriksaan sebelumnya  untuk melakukan olahraga dengan teratur.

p_20160508_065735_hdr_1.jpg

Jepret-jepret ambil foto dari luar, masih pagi jadi belum pada buka wahananya. Kira-kira di dalamnya ada apa yaa…

p_20160508_071920_hdr_1.jpg

Penampakan bianglala dan sekitarnya ketika masih pagi

Foto bianglala ini diambil dari arah pintu masuk museum air tawar. Wahana ini sendiri berada di dalam area Taman Legenda Keong Emas. Buka tiap hari mulai dari jam 10. Hari Sabtu, Minggu dan hari libur dibuka satu jam lebih awal. Hmm, mungkin kapan-kapan bisa berkunjung. Info tiket masuk dan jenis wahana lengkapnya bisa dicek di website Taman Legenda Keong Emas.

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s