Mereka (yang tiba-tiba) tumbuh di pekarangan


p_20160319_082555_df_1.jpg

Ijo royo-royo

Mereka  tiba-tiba tumbuh di pekarangan. Menarik perhatian ketika muncul bertiga beberapa bulan lalu. Dari pertama ditemukan  kami menduga itu bukan rumput bukan juga gulma.

Kami mencurigai tanaman tersebut sejenis labu-labuan, alias keluarga labu (ada gak ya pengklasifikasian tanaman labu-labuan? *Sambil garuk-garuk kepala mengingat pelajaran  masa sekolah). Labu Siam  sih tidak mungkin, soalnya tidak kelihatan buah labu siamnya. Lagian siapa pula yang bawa Labu Siam yang sudah numbuh ke sini? Kalau Labu Kuning juga tidak mungkin, porsi daunnya sangat kecil dibanding Labu Kuning yang saya pernah tahu.

Atau itu tanaman yang biasa untuk obat? Suami sepertinya punya ide. Oh, kundua. Kundua – Bahasa Indonesianya Labu Kundur. Saya teringat samar-samar Kundur yang pernah tumbuh di halaman tetangga waktu di kampung dulu. Mungkin juga sih.

Kami tidak merasa menanam sesuatu. Paling-paling saya naro bumbu dapur yang  tidak semua terpakai buat masak. Sekarang sudah tumbuh kunyit dan jahe, dan mungkin tumbuh adalah cabe, bawang,  lengkuas dan sejenisnya. Bukan jenis labu-labuan. Pepatahnya apa yang ditanam itulah yang dituai, kalau tumbuh sendiri berarti bonus.

Tapi yang membawa ke sini siapa ya? Musang? Kalau di kampung, biasa tanaman tumbuh sendiri di mana-mana. Soalnya yang  membawanya banyak, bisa musang, burung, kelelawar, tupai dan macam-macam. Ini kan di Jakarta (Haha, gaya banget ngomong Jakartanya). Eh Jakarta kan di Indonesia yang tanahnya subur dan (semoga) rakyatnya makmur, yang tongkat saja bisa jadi tanaman. Akhirnya kami tidak bertanya-tanya lagi kenapa ada di sini.

Sekarang masih penasaran sebenarnya itu tumbuhan apa, yang menurut saya penting, karena dia sudah menyelinap masuk tanpa ijin ke tempat kami. Berjuang dengan susah payah, yang dulunya tumbuh bertiga sekarang tinggal satu.  Akibat tuan rumah penasaran tapi sembarangan, tidak terlalu serius mengurus.

Oh iya, satu kemungkinan lagi. Timun! Waah, jangan-jangan ini Timun Mas. Tidak sabar menunggu sampai berbuah. Sebelum posting di blog dapat info dari teman, mungkin juga melon. Apapun itu, terimakasih udah tumbuh, berbunga cantik dan  bergaya menjadi objek foto yang menarik. Hehehe…

3 comments

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s