Buku Kesebelasan Gen Halilintar: My Family My Team


Lenggogeni Faruk- Gen HalilintarApa? Sebelas anak? Tidak ada pembantu?  Hobi traveling? Ke luar negeri? Semua-semuanya ikut gitu? Apa gak repot? Biayanya gede juga kan? Ibunya juga bekerja? Gimanacaranya  bisa ngurus anak yang banyak gitu ya?

BERUNTUN! Pertanyaan-pertanyaan itu keluar dari kepala saya. Beberapa bulan lalu saya melihat sebuah tayangan di televisi tentang keluarga Gen Halilintar. Sayangnya acara sudah hampir selesai ketika saya baru mulai menyimak.

Kesebelas anaknya mandiri, kompak,  saling membantu dan bertanggung jawab.

Akhirnya, untuk menuntaskan rasa ingin tahu  saya googling tentang keluarga yang luar biasa ini.  Ternyata mereka sudah menerbitkan buku. Saya sangat berharap bisa menemukan “rahasia” dalam pengasuhan anak mereka. Baru Januari kemaren saya kesampaian membaca bukunya, baru sekarang menyelesaikan cerita tentang buku ini.

Mereka menikah tergolong muda, masih di bangku kuliah. Sekarang sudah menjalani duapuluh tahun lebih usia pernikahan. Sudah merupakan ccita-cita sang ayah untuk mempunyai anak banyak, tetapi tidak dengan si Ibu. Adapun rahasia dalam mendidik anaknya yang banyak adalah: bermula dari kedua orang tua. kalau menginginkan anak-anak yang baik, orangtua harus baik terlebih dahulu.

Berikut beberapa yang hal yang menjadi perhatian saya tentang kesebelas anak-anak tersebut, masing-masing mempunyai tanggung jawab di rumah alias tugas rumah. Ada yang mengurus laundry, mengurus makanan, kebersihan, general assistant, teknisi, menjaga adik. Semua  dikarenakan kesadaran anak  ingin berkhidmat kepada orangtuanya. Yang menarik lagi, anak-anak tersebut dari kecil sudah belajar berbisnis, dimulai dari bakat dan kesenangan masing-masing.

Ibu Lenggogeni tidak hanya bercerita yang senang-senangnya saja. Dibagian akhir disampaikan bahwa dalam berkeluarga pasti juga menghadapi ujian. Saya tidak bisa membayangkan begitu kuatnya ibu Lenggogeni menghadapi ujian dengan 7 orang anak, ada anak yang sakit, suami berada di luar negeri, saat itu badannya susut 13 Kg, 4 bulan absen haid dan 2 bulan tiada suara. Pastilah ibu yang luar biasa yang bisa melalui ujian tersebut dengan baik sehingga bisa menikmati kebahagiaan bersama keluarganya sampai sekarang. IbuLenggogeni bilang ujian itu ibarat pupuk, yang membuat pernikahan menjadi kuat.

Sayang buku ini ukuran hurufnya tergolong besar, gambar dan foto-foto keluarga makanya jadi tebal. Padahal saya berharap dapat menggali lebih banyak pengalaman dan mengungkap rahasia dalam buku setebal tiga ratusan halaman tersebut. Pengennya sih Ibu Lenggogeni cerita lebih banyak lagit. Sekarang sudah ada buku terbaru Kesebelasan Gen Halilintar, My Friends My Stars- Uzbekistan Negara Sahabat. Hmmm… Sepertinya menarik.

Tentang buku Kesebelasan Gen Halilintar: My Family My Team ini, tidak banyak lagi yang bisa saya ceritakan, karena memang lebih seru membaca bukunya hehehe…🙂

***

Rinrin

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s