Misi Mencari Buku Ke Mankitsu


wp-1458114495297.jpeg

Kami – saya beserta teman akan menyelesaikan misi mencari tiga komik dan satu kumpulan Cerpen berbahasa Jepang. Saya, sedikit banyaknya pernah berpetualang ke beberapa tempat perburuan buku bekas di Jakarta, berkesimpulan akan susah mencari tigak komik  yang nomor serinya berurutan. Kalau terjemahan ke bahasa Indonesia sih banyak, yang bahasa inggris juga ada, tapi kalau dalam tulisan Jepang, saya hampir tidak pernah lihatnya. Di Senen kemungkinan besar tidak ada, paling-paling di blok M square, itupun saya kurang yakin.

Targetnya memang toko buku bekas, yang harganya bisa manenggang. Karena ini sebenarnya buat tugas kuliah saudara yang kuliah di jurusan sastra Jepang. Katanya, buku semacam itu memang adanya di Blok M. Blok M di mananya ya?

Hmm, mungkin saya masih kurang piknik ke tempat-tempat yang menyimpan harta karun di Blok M. Untuk menghindari terlanjur ke Blok M ternyata yang dicari tidak ada., mending browsing dulu. Maklum sekarang ini waktu piknik agak terbatas, jarak jangkau juga terbatas. Blok M-pun sudah terasa sangat jauh.

Hasil browsing, ternyata ada toko buku khusus berbahasa jepang di Blok M. Namanya MANKITSU, satu di Gedung Kamome satu lagi di Papaya (supermarket, banyak menjual barang-barang impor dari Jepang), dua-duanya berlokasi di jalan Melawai Blok M.

Kebetulan hari Minggu kemaren-kemaren itu ada semacam acara keluarga di Ragunan, jadi terbuka kesempatan untuk melipir ke Blok M untuk melaksanakan misi pencarian.

Naik Trans Jakarta rute Ragunan – Monas transit di Sarinah menuju blok M, Jakarta hari itu sangat menyenangkan. Bus tidak perlu lama ditunggu dan dengan enaknya melaju. Cerah, dan tidak macet sama sekali.

Sebenarnya ketika browsing, saya sudah menandai patokan-patokan menuju lokasi. Akan  tapi pas mencari gedungnya tetap saja keder. Akhirnya kami memilih Mankitsu yang ada di Papaya. Orang-orang yang kami mintai petunjuk arah lebih tahu Papaya ketimbang Kamome. Mankitsu berada di lantai dua. Tulisan-tulisan di sana saya foto dulu aja, mungkin nanti ada yang bantu menerjemahkan🙂

Taraaaa!!! Begini penampakan bagian dalamnya. Bikin ngiler! Gak bisa baca aja bisa ngiler, apalagi bisa bacanya, bisa jadi ngiler banget😉

Kamome Bookshop

Kamome Bookshop

p_20160309_171656_1.jpg

Oh iya, karena waktu untuk menyelesaikan misi sangat terbatas. Kami langsung memburu rak buku kategori komik. BTW, komik tulisannya kaya gimana ya hahaha. karena petunjuknya juga gak bisa dimengerti, akhirnya nanya kepada mba yang jagain. Saya bilang ambil komik one piece aja, tidak usah lagi milih-milih,  yang sudah jelas ceritanya menarik.

“Sudah biasa, terlalu umum!” Komentar teman saya. Benar juga, jadi saya biarkan dia mengecek komik-komik yang dirasa menarik. Lebih tepatnya menebak-nebak komik itu menarik atu tidak dari melihat gambar-gambarnya doang, karena kami sama-sama gak bisa baca kanji.

Karena kumpulan Cerpen tidak ada, maka kami ganti dengan novel. Daripada menerka-nerka, saya akhirnya meminta kepada pengunjung lain – yang saya tebak orang Jepang. Bapak itu sedang berkunjung bersama keluarga, bertanya pada istrinya tentang novel. Sang istri lalu memilihkan sebuah  novel yang sangat populer di jepang. Ceritanya bagus dan menyentuh. Baiklah, saya mengucapkan terimakasih dan langsung mengambilnya. Misi seleai!

Berapa harga yang harus kami bayar untuk empat buah komik (akhirnya mengambil empat seri) dan satu novel? Kejutaaaan! Rp. 135 ribu saudara-saudara! Komik 25 rb dan novel 35 rb saja. Dengan kondisi komik dan novel bekas tapi seperti baru, SESUATU BANGET! Bayangkan kalau beli baru,  berapa % yang bisa dihemat untuk beli buku-buku lainnya.

Bagi mahasiswa atau yang sedang belajar bahasa Jepang atau mencari buku-buku impor dari Jepang/berbahasa Jepang bisa datang kesini. Buku disini juga disewakan lho. Sayangnya tidak melayani pembelian secara online. Jadi harus datang langsung. Tapi bagi yang menyenangi hal-hal yang bernuansa  Jepang, tidak usah khawatir. Sekali mengayuh dayung dua tiga pulau bisa terlewati. Digedung yang sama, ada ada toko Jepang Daiso, semacam toko serba sekian ribu, jadi bisa belanja belanji. Di seputaran Papaya dan gedung kamome, banyak juga tempat kuliner jepang dan ala jepang yang bisa dikunjungi.

Ah kira-kira teman saya yang sekarang sudah nun jauh di sana, yang suka hal-hal bernuansa Jepang,  pernah ke sini gak ya? Kalau pernah kok gak ngajak-ngajak sih, kan bisa foto-foto. Jadi Pengen tahu komennya ketika baca postingan ini hehe…

*ketika posting ini masih menunggu terjemahan tulisan2 yang ada di sana.

***

Rinrin

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s