Memasak Dengan Bumbu Cinta


Judulnya terkesan lebay, tapi begitulah adanya. Kalau gak cinta gak mungkin mau masak. Repot euy! Belum lagi belanja, nyapin bumbu, nyiangin bahan apalagi berberes-beres setelah memasak.

Beneran lhoo, memasak itu pasti karena cinta! Pertama karena memang cinta memasak, meramu bumbu dan membayangkan hasil akhirnya. Kedua, cinta sama yang dimasakin. (Ciyeee… ini mah nambah-nambahin). Dulu-dulunya juga bela-belain masak, padahal jomblo haha.

Gini… Sebenarnya memasak buat diri sendiri juga wujud dari cinta dan memanjakan diri. Memanjakan diri dengan selera yang kita pengen, yang kita kangen, yang gak bisa dibeli. Bisa juga karena cinta sama kantong, karena memasak kadang bisa lebih hemat daripada membeli masakan matang. Tul gak?

img_20160213_145030.jpgKalau dipikir-pikir, memasak itu mudah banget kok. Tinggal-cemplung-cemplung, aduk, tunggu, selesai. Kagak percaya? liat aja chef-chef yang ada di TV, mudah kan? Aapalagi buat masak sehari-hari, mudah banget. Yang ribet itu menyiapkan bumbu dan berberes setelah selesai. Apalagi kalau memasak masakan Padang kesukaan kami sekeluarga, butuh waktu. Mulai dari mengupas bawang, menyiangi cabe, mengiling, menggoreng dan seterusnya sampai jadi. Paling tidak untuk memasak satu lauk, sayur dan sambal butuh waktu satu jam.

Ini menyiksa banget buat yang suka memasak tapi mempunyai waktu terbatas. Tiap kali terbayang ingin masak buat orang tercinta langsung buyar, karena repot dan tidak ada waktu. Terasa ada, tekerjakan tiada. Jangankan mencoba resep baru, memasak yang mudah-mudah saja bahkan tidak sempat. Tentu saja hal ini tidak bisa dibiarkan saudara-saudara! Perlu disiasati, jangan sampai keterbatasan waktu membatasai kita dalam mengekspresikan cinta. (Ahaay…!)

Saya biasanya menyimpan bumbu gulai di lemari es untuk persediaan. Tetapi tidak tahan lama, rasa dan baunya cepat berubah. Kalau tiap mau masak harus beli, jelas repot. Selain jauh, sayang sisa bumbunya. Kan gak langsung habis satu kali masak.

Sebenarnya gak usah repot-repot, beli bumbu jadi juga bisa. Entah kenapa, sampai saat ini saya masih tipe orang yang masih mau repot-repot meracik bumbu sendiri ketimbang beli jadi. Kecuali kalau sudah benar-benar mendesak, bumbu jadi boleh deh. Hehehe…

Beberapa waktu lalu muncul di facebook beberapa postingan menarik: cara menyiapkan dan menyimpan bumbu. Bumbu halus ditumis dulu, setelah dingin dimasukkan ke dalam wadah tertutup dan disimpan dalam lemari es. (Oalaaah, ini rahasianya!)

 Belajar dari tips yang saya simak, kemudian saya menyiapkan tiga bumbu. Seperti biasa untuk takaran, saya memakai hitungan kira-kira. Mungkin dilain kesempatan saya akan posting detail bumbunya. Berikut jenis bumbu yang di sesuaikan dengan pilihan menu yang sering dimasak :

BUMBU PUTIH HALUS

BUMBU PUTIH BERSERAT

BUMBU KUNING

Bahan
  • Bawang putih,
  • Bawang merah Kemiri,
  • Merica,
  • Bawang putih,
  • Bawang merah,
  • Kemiri,
  • Jahe,
  • Lengkuas,
  • Daun Salam,
  • Daun Jeruk,
  • Serai,
  • Bawang putih,
  • Bawang merah,
  • kemiri,
  • Jahe,
  • Lengkuas,
  • Daun Salam,
  • Daun Jeruk,
  • Serai,
  • Kunyit
Peruntukan Nasi Goreng, Mie Goreng, Bihun Goreng, Dadar Telur, Capcay, Oseng-oseng, Tumisan Dll Mie Goreng, Bihun Goreng (Kaya Rasa), Taoco, Sop, Gulai Putih, Sayur lodeh, Dll Mie Goreng, Bihun Goreng (Kaya Rasa), Tongseng, Gulai, Sampadeh Dll

Untuk persediaan cabe merah supaya awet, cabe merah yang sudah dibuang tampuknya ditumis dulu sampai layu. Setelah dingin baru digiling (diblender) sekalian sama minyak penggorengnya, jangan dikasih air. Oh iya, untuk cabe rawit yang kebanyakan makan malang, dibuang sayang. Yang makainya sedikit-sedikit tapi belinya lebih dari 10 biji, sekarang saya mencoba trik yang sama. Digoreng dulu, baru disimpan dalam lemari es (tanpa digiling).

Bumbu dan cabe tersebut tahan selama dua minggu, bahkan untuk bumbu bisa lebih lama. Tiap mau memasak, tinggal ambil satu atau dua sendok. Cemplung, cemplung, aduk, tinggal, matang deh!

Setelah saya cobakan, tips tersebut sangat membantu. Sejak ada bumbu persediaan, saya jadi menghemat waktu memasak lebih dari 50%. Kegiatan memasak menjadi lebih menyenangkan. Ini juga membantu orang suami atau saudara yang ingin memasak, tidak harus diribetkan dengan urusan bumbu lhoo. Namanya bumbu Cinta! Ting! * Kedipin mata ke kamera, iklan selesai haha…

*Unin

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s