Mencari Sebab Serta Mencari Alasan


keyboard*edisi curhat

Judulnya kaya lagu malaysia yang lagi populer ketika jaman unyu-unyu dulu. Bukan kenapa-kenapa sih, tetapi itulah  yang terlintas di kepala saat ini. (Liriknya masih hafal aja lho hehe..)

Sudah lama sekali mendapat pencerahan bahwa kalau ingin jadi penulis atau lancar menulis yang harus dilakukan adalah menulis, menulis dan menulis. Tetapi pada kenyataannya adalah, menulis, vakum, menulis lalu fakum lagi. Ternyata yang bikin kita berubah itu bukan kapan dapat pencerahan, tetapi kapan actionnya.

Setelah dilihat-lihat, sepertinya semangat menulis saya bisa ditebak. Pertama di awal tahun, semangat menulis meningkat tajam walaupun semangat doang, kadang terealisasi kadang tidak.

Kedua, karena ada momen spesial dalam hidup misal setelah pindah rumah, pindah tempat tinggal, pindah pekerjaan, setelah ulang tahun, termasuk menikah momen-momen lainnya. Ketiga, yang ternyata sangat mempengaruhi produktifitas saya menulis (mau itu sekedar curhat maupun tulisan yang sedikit lebih berisi) adalah ketika sedang banyak tekanan.

Produktifitas menulis saya yang paling tinggi yaitu dulu semasa mencari pekerjaan dan mencari kesempatan bekerja di tempat “yang lebih baik”. Masa itu,  menulis menjadi wajib. Ketika sudah sedikit nyaman dengan kondisi baru, produktifitas mulai menurun.

Penyebab pertama sebenarnya karena tidak disiplin. Keinginan ada tapi realisasinya tidak ada. Alasan kedua, selalu mencari pembenaran bahwa tidak sempat menulis atau punya kendala menulis. Yang ketika karena ingin sesuatu yang lebih dan kurang memaksimalkan fasilitas yang ada.

Dulu banget sebelum punya mesin ketik , berangan-angan “Kalau ada mesin ketik, pasti lebih banyak menulis dan bisa dikirim ke media pula karena rapi”. Setelah punya mesin ketik,  semangat menulis hanya bertahan sebentar saja. “Payah pakai mesin ketik, kalau salah harus mengulang lagi.  Saya  kan kurang teliti, kalau ada komputer pasti lebih enak.”

Ceritanya setelah itu punya komputer. “Selesaikan dulu tugas akhir. Kalau tugas akhir sudah selesai baru menulis lagi” Tugas akhir selesai,. Kebetulan lagi selesai kuliah komputer ditinggal di rumah sedangkan saya ngekos.

Ceritanya kemudian punya laptop, ada lagi alasannya. “Payah nih, laptopnya harus dicolok, ga bisa dibawa-bawa!”  Dapat ganti laptop baru, alasan lain muncul.

“Bagusnya punya hp yang agak canggih, bisa ambil foto sekaligus upload di blog. Ide yang ada di kepala langsung bisa dituangkan, gak nunggu lapa, gak nunggu lupa!”

Setelah punya hp agak bagusan, ternyata layarnya kecil lalu kepengen lagi yang lain. “Pakai Tab enak kali ya, bisa ditenteng kemana-mana. HP tidak bisa diandalkan, laptop kan berat, baterainya udah soak lagi” (Jadi semasa laptopnya bagus kemana aja neng? Pasti bilang sibuk, gak ada ide, dan lain-lain).

Begitulah ceritanya kalau diikutin pasti gak habis-habis. Sekarang alasannya apalagi coba? Charger laptop belum ketemu gara-gara pindahan kemaren trus belum sempat nyari lagi. (Parah deh!). Laptopnya langsung nyanyi “Manis di bibir, memutar kata, malah  kau tuduh akulah segala penyebabnya...” Hahaha

Pemicu untuk memulai menulis kali ini adalah : JUALAN. Karena saya sudah sering lagi aktif online, dalam rangka ikut mendukung usaha suami berdagang sepatu. Ada kemungkinan sekarang tulisannya berupa promosi atau cerita tentang jualan. Pengennya sekarang gak lagi mencari sebab serta mencari alasan. Mulai mendisiplinkan diri.  🙂

***

2 comments

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s