Datangnya Novel Cindaku


Novel Cindaku

Novel Cindaku dan Kumpulan Cerpen jejak Luka – Azwar Sutan Malaka

Dulu semasa kecil, Cindaku sering  diceritakan sebagai sejenis hantu. Yang saya ingat makhluk itu diceritakan berasal dari orang yang sudah mati, yang arwahnya tidak diterima oleh lagit dan ditolak oleh bumi lalu menjadi Harimau. Cindaku berjalan dengan kaki yang tidak menapak ke tanah. Kaki cindaku terbalik, dengan tumit ke depan dan jari-jari di bagian belakang. Cindaku tidak mempunyai banda (cekungan kecil di wajah yang berada di antara bibir atas dan hidung)

Begitulah yang melekat dalam ingatan saya tentang Cindaku. Entah dari siapa pastinya cerita itu, biasanya dari teman samo gadang dan orang-orang tua yang senang bercerita. Orangtuaku sendiri tidak suka jika aku menanyakan perihal cerita hantu, cindaku, cimolok, palasik atau cerita lain yang berhubungan dengan yang mistis. Sayangnya orang-orang tua yang suka bercerita itu kadang kurang suka kalau anak-anak bertanya lebih detail. Kenapa begitu dan kenapa begini, jawaban biasanya “iya begitu yang kami dengar”

Walaupun penasaran, apakah cerita itu benar atau tidak saya sendiri tidak berani membuktikan bahwa Cindaku itu ada. Antara percaya dan tidak percaya, dulu saya juga diam-diam berdo’a untuk tidak dipertemukan dan tidak bisa melihat makhluk-makhluk aneh dalam hidupku. Setelah bertambah umur dan kemudian merantau, lalu cerita Cindaku jadi terlupa.

Sampai suatu saat aku menemukan sebuah postingan tentang novel Anak Cindaku Ditikam Rindu di Facebook Azwar Sutan malaka– judul puitis yang aku ingat saat pertama membacanya. Rasa penasaran yang dulu-dulu itu tiba-tiba muncul kembali. Jadi ada yang tahu tentang cerita Cindaku dan menuliskannya dalam novel?

Iseng-iseng mencari via mesin pencari google dengan kata kunci Cindaku, malah saya menemukan cindaku versi lain, bahwa Cindaku adalah legenda yang berasal dari tanah Kerinci. Sedangkan menurut KBBI: cindaku/cin·da·ku/ Mk n (orang yg dapat menjadi) harimau jadi-jadian.

Mungkin buku ini nanti akan menjawab rasa penasaran masa kanak-kanak yang tidak kesampaian. Saya menyadari fiksi tetaplah fiksi, bukan cerita yang sebenarnya. Tetapi dalam fiksi tersebut mungkin saja terselip fakta yang selama ini kita tidak tahu. Tetapi tidak lama kemudian saya membaca lagi sebuah status penulisnya difacebook:

Banyak yang menduga cerita ini adalah kisah horor yang menakutkan sebagaimana judulnya. Tapi sebenarnya tidak ada yang horor dari novel ini. Analisis beberapa mahasiswa saya terhadap cerpen Anak Cindaku Ditikam Rindu ini bisa memberi gambaran tentang Novel Cindaku karena cerpen ACDR merupakan cikal bakal lahirnya novel ini.

https://azwarsutanmalaka.wordpress.com/2015/02/02/analisis-cerpen-anak-cindaku-ditikam-rindu-karya-azwar-sutan-malaka/

“Tuduhan” penulisnya benar, saya kecewa tiba-tiba. Novel ini bukan seperti yang aku fikirkan. Akan tetapi karena ada rasa penasaran lain yang timbul, maka saya ikuti juga membaca link tersebut. Lalu rasa penasaran yang baru timbul semakin menjadi,  Kemudian saya mengambil keputusan: saya tidak jadi kecewa dan harus membaca novel ini!

Seterusnya saya berselancar di blog beliau dan menemukan karya lain yang menarik untuk disimak yaitu kumpulan cerpen jejak luka. Biar sekalian memesan dan tidak penasaran, saya mengontak beliau yang kebetulan juga menjual karyanya via online dan alhamdulillah bisa langsung dikirim dan novelnya sudah sampai hari ini. Senangnya, bertanda tangan penulis pula.Tidak sabar untuk membaca, tapi curhat dulu😀.

**

Rinrin

Baca juga : Membaca Novel Cindaku

One comment

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s