#10-RH- Jadikan itu peer!


“Jadi ke tempat teman?” Tanyanya begitu temu kangen kami dirasa sudah cukup. Ayah belum pulang dari tempat kerjanya. Ibu bilang bahwa akhir-akhir ini beliau jarang melaut, jadi benerja di tempat lain. Cuara sedang kurang mendukung untuk melaut. Mungkin nanti sore kami bisa bertemu, sekaligus mengambil koper yang dititipkan.

“Jadi!” Jawabku pasti, dengan dan tanpa dia aku sudah memutuskan untuk mampir. Sebenarnya ingin sekali bersilaturahmi ke tempat beberapa teman dan handai taulan. Mereka yang hadir dan dekat ketika tinggal di kota Padang dulu. Tapi yang menjadi alasan selalu keterbatasan waktu. Mungkin nanti ada masanya…

“Kakak menyuruh kita singgah…!” Katanya sambil melirik ke telepon genggamnya.

“Siapa? Kakakmu yang mana?” Aku mencoba mengingat, tapi sepertinya tidak bisa ingat. “Ada yang tinggal di Padang?”

“Ada, yang umurnya persis di atasku!”

“Kamu bilang mau ketemu aku?”

Sebenarnya kalau belum jelas keputusan apa yang akan kami ambil, aku belum siap dikenalkan dengan keluarganya. Bukan aku tidak mau berkenalan dengan kakaknya -kalau belum kenal atau mungkin pernah kenal tapi lupa tetapi aku kKhawatir jika tidak berlanjut akan menjadi canggung, sedangkan awak satu kampung. Sebagaimana yang pernah kukatakan, yang perlu aku kenal itu adalah tentang dirinya sendiri.

“Ibu yang memberi kabar…” Dia kembali mengecek telepon genggamnya. “Karena sudah ke Padang, jadi disuruh sekalian singgah!”

Iya, tidak ada salahnya mampir. Tapi dia tidak mengatakannya padaku ketika mengotakku satu malam sebelum berangkat. Ini diluar rencana.  Aku sudah merencanakan sampai di Bukittinggi tidak melebihi magrib. Makanya mengambil penerbangan paling pagi dari Jakarta selain menghindari cuaca yang tidak mendukung.

“Ini, baru terima pesan…!” Katanya lagi seolah tahu apa yang ada dalam fikiranku.

“Dimana?”

Dia menyebutkan daerah yang searah dengan lokasi yang akan kami tuju.

“ Baiklah!” Kataku setelah mempertimbangkah bahwa tidak akan memakan waktu lama. Aku menyetujui dengan syarat “Kita harus bicara dulu..!”

Tolong sampaikan pesan pada ibu, mungkin nanti pulang agak terlambat!” Aku mengirim pesan singkat untuk orang rumah. Sengaja tidak langsung mengirim pesan pada ibu dan tidak menjelaskan alasan detail.

Semenjak bekerja dan tinggal berjauhan, jarang sekali aku meminta persetujuan terhadap apa yang aku lakukan. Biasanya semacam pemberitahuan saja, biar beliau tidak cemas. Agar Ibu tidak menunggu.

Dulu pernah Ibu menyiapkan teh manis hangat ketika menurut perkiraannya aku sampai di rumah. Aku mudah sekali masuk angin dan selalu mengigil begitu sampai di kampung. Ibu menyeduh teh beberapa kali, lalu yang terakhir dibiarkan dingin. Ibu menahan diri untuk tidak mengirimiku pesan singkat setiap saat agar aku tidak cemas, agar merasa baik-baik saja. Pas aku sampai di rumah, teh itu sudah benar-benar dingin. Sedikit lebih hangat dari embun dinihari karena pesawatku delay. Tetapi di sampingnya ibu sudah menyiapkan gelas baru dan termos air panas.

Kalaupun hari ini aku memutuskan menginap di tempat temanku ini, ibu akan memakluminya. Mungkin aku perlu teman untuk bercerita karena aku dan ibu sendiri jarang saling bercerita. Tapi aku sudah berjanji untuk sampai di rumah sebelum magrib.

“Kita mampir dulu minum…!”

“Apa? Nanti saja!”

Maksudku bukan benar-benar sekedar mampir untuk minum, paling tidak sedikitnya bicara tentang kami. Dari tadi dia hanya menemaniku bertemu kangen dengan keluarga yang sudah lama tidak bertemu.

“Kita harus bicara!” Desakku.

“Bicara apa?”

“Tentang kita, kalau nanti ditanya kakamu bagaimana?”

“Ya, jawab saja apa adanya!”

“Kalau kita tidak bisa jawab?”

“Jadikan itu peer…” Aku tidak bisa melihat wajahnya, aku bisa menebak dia sedang tersenyum menyebalkan. Tapi akhirnya berhasil membuat aku diam, buat apa mencemaskan yang tidak perlu. Aku rasa ini yang membuat skornya itu tidak benar-benar menjadi nol.

***

Rindang

Bersambung

2 comments

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s