#02-RH- Bukan Dijodohkan


Aspal masih basah sisa hujan sore tadi. Aku cepat-cepat melangkah menuju kontrakan. Sudah hampir jam sembilan, pulang sangat terlambat dari yang direncanakan. Seharusnya sebelum Magrib, atau sesaat setelah magrib sudah ada di rumah.

Tadi sore aku hanya berniat berkunjung ke tempat teman sebentar. Karena dia yang menelponku tadi pagi berjanji akan menelpon lagi setelah acaraku selesai dan plang ke rumah. Harusnya aku segera pulang. Tapi melipir pula pula ke tempat saudara, nunggu hujan reda.

Hp saya berbunyi tepat ketika aku memikirkan tentang itu. Angkat? Ga! Angkat? Ga!

Ini kan baru perkenalan, masa harus menjelaskan kalau aku terbiasa pulang terlambat.  Kadang bisa pulang lebih larut karena pekerjaan atau sekedar main. Bisa-bisa langsung kena cap suka kelayapan.

Aaaak! Kalau ga diangkat, Ntar mau ngasih alasan apa? Angkat aja deh!

“Halo…!”

“Oh, masih di jalan? Ga apa-apa baru pulang jam segini?”

“Masih ramai…!”

“Ooo!”

Untunglah tidak ada pembahasan tentang pulang terlambat itu “Sebentar lagi sampai, lima menit!”

Kami pernah  satu sekolah di SMA. Seingatku kami tidak pernah bertegur sapa, apalagi mengobrol. Untungnya, percakapan bisa mengalir lancar-car! Seperti air terjun yang jatuh di Lembah Anai. Saking lancarnya sampai ga berasa topik pembicaraan habis.

Krik! Krik! Krik!

Aku bingung mau ngomong apa saudara-saudara. Hening! Suara motor dari jalanan tiba-tiba tidak ada. Tetanga belakang kontrakan yang suka menyetel lagu dangdut sedang tidak menyetel musik apa-apa.

Krik! Krik! krik!

Aku tebak dia di seberang sana, jauh di kampong tidak sehening ini. Pasti masih ditemani suara jangkrik atau kodok. Di musim hijan mereka rajin bernyanyi.

“Terus bagaimana menurut Rindang mengenai rencana orangtua ini …?”

Rencana orangtua? Dia mengambil istilah yang cukup tepat. Karena sesungguhnya, aku tidak nyaman dengan istilah dijodohkan. Mendengarnya serasa berada di jaman Sitinurbaya. Apalagi yang menjodohkan itu orangtua.

** jodoh /jo•doh/ 1 n orang yg cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup; imbangan: berhati-hatilah dl memilih –; 2 n sesuatu yg cocok sehingga menjadi sepasang; pasangan: mana — sepatu ini; 3 a cocok; tepat: ia telah meminum obat itu, tetapi tidak –;
**menjodohkan /men•jo•doh•kan/ v menjadikan dua hal (orang, barang) sbg pasangan

awalan di – dijodohkan, berarti kalimat pasif: dua hal (orang, barang) yang dijadikan sbg pasangan

Aku mengecek arti kata jodoh di KBBI ketika menulis ini. Tidak ada konotasi negatif dari kata menjodohkan dan dijodohkan, tapi tetap saja tidak nyaman.

“Semoga saja mereka berjodoh!” begitulah rencana dan do’a mereka. Kami boleh memilih untuk suka atau tidak, melanjutkan atau tidak. Walaupun menurut kamus itulah yang dimaksud dengan perjodohan, tapi kami tidak dalam rangka dijodohkan! Kami hanya diminta untuk berkenalan dan ngobrol, siapa tau cocok. Intinya diberi jalan supaya berjodoh. ga dijodohkan kan? (Haha maksa…!)

Baguslah, dia mengistilahkannya dengan tepat. Dan membahasnya lebih awal, aku suka itu. Daripada ngobrol ngalor ngidul, tapi tidak menentukan sikap.

“Ya terserah! Saya sudah tanya-tanya ke beberapa orang dan katanya kamu recommended …!”

Aaaak! Kenapa alu langsung ngomong gitu sih? Sebagai cewek terlalu berterus terang, sama sekali ga bikin cowok penasaran. ”Kamu punya kesempatan dan aku akan mempertimbangkanmu !” Cuma itu aja yang tidak aku ucapkan, dan dia pasti bisa menangkap maksudnya.

Haha… Biarin! Mau ngomong apalagi coba? Kalau dia bermaksud maju dan serius, mari ditindak lanjuti. Kalau tidak, ya sudah! Aku belum punya alasan untuk menolak. Aku juga ga mau ngabisin waktu dan energi.  Iya, iya! Nggak, ngak!

“Ya ga bisa terserah begitu …!” Saat aku merasa kacau dengan jawaban yang aku lontarkan, di seberang sana masih terdengar tenang. Seperti tidak membahas sesuatu yang besar tentang masa depan.

“Hah? Ga bisa bagaimana?” Aku langsung protes, untungnya dalam hati.

***

Rindang
Bersambung

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s