Karena Do’a


memanggil kenangan23-cropSaya tidak semerta-merta bisa mengumumkan meninggalnya bapak ke semua teman dan kerabat yang dikenal, juga tidak di media sosial.  Hingga banyak juga teman yang terlambat tahu.

“Semoga digantikan dengan jodoh yang terbaik ya kak …” Doa salah seorang sahabat waktu itu, beberapa hari setelah meninggalnya bapak.

Walaupun pelan-pelan Allah telah mengingatkan akan membawa bapak pergi dengan penyakitnya, saya masih saja gamang kehilangan lelaki yang selalu menyayangi saya melebihi dirinya sendiri. Seorang lelaki gagah yang galak yang bisa menundukkan sikap keras kepala saya. Seorang  teman untuk bertukar fikiran dan yang selalu bisa mengerti saya sejak kecil, saya akui walau terlihat kuat sebenarnya gamang.

Percakapan terakhir kami di telepon, sehari sebelum kepergiannya.

“Bapak harus cepat sembuh, nanti ke Jakarta lagi!”

“Aku tidak akan ke Jakarta lagi…!”

“Bapak mau ketemu menantu ga?” Saya hanya bermaksud menghiburnya, tidak ada yang akan bertemu beliau saat itu. Biar bapak lebih optimis, kepercayaan dirinya semakin menurun sejak terserang stroke yang kedua. Yang penting bagaimana membuat bapak bersemangat dulu, toh saya tidak bohong. Siapa tau menjelang bapak sembuh saya bertemu jodoh.

“Hehehe… Jangan lama-lama ya!” Maksudnya adalah  jangan lama-lama untuk menikah biar beliau tidak menunggu lagi. Bapak tertawa, hal yang jarang-jarang kami dengar.

“Ndak Pak…!”

Akhirnya saya bertemu dengan seorang yang Insyaallah baik dan yang terbaik buat saya. Semoga saya bisa menjadi istri yang solehah untuknya dan sebaliknya. Selalu bersemangat untuk belajar bersama di universitas kehidupan. Saling mengingatkan untuk kebaikan. Semoga kebersamaan kami nantinya bisa membawa keberkahan dunia dan akhirat.

Dan bulan depan saya akan menikah. Bapak sudah pergi terlebih dahulu. Sebenarnya saya sudah bersiap bukan bapak yang menjadi wali nikah beberapa waktu belakangan. Tapi saya tidak yakin apakah nanti akan kuat tanpa ada bapak di sana.

Tentang do’a sahabat waktu itu, saya berterimakasih. Juga pada orangtua, teman-teman, karib kerabat dan sanak saudara yang sudah mendo’akan.

***

“Rindang”

2 comments

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s