Melihat-lihat Ternak Lebah


Sebelumnya yang aku tau, peternakan lebah madu  yang paling dekat dengan kampung Inggris berada di Tegowangi.  Ternyata di kampung Inggris juga ada peternak lebah madu. Hasil googling, nama pemiliknya mbah Da’im dan lokasinya ga jauh dari BEC.

Dalam kunjungan ke Pare kali ini, saya sudah berencana untuk beli madu sekalian ngeliat peternakan lebah. Sewaktu mutar-mutar kampung Inggris mencari tempat kursus dan camp di hari pertama, aku menandai beberapa tempat penjual madu madu.  Saya pikir, dari pada gowes lagi nyari-nyari dimana tempat mbah Daim, mending ke tempat yang udah ditandai itu aja.

Pada hari ke tiga,  kami mampir di sebuah rumah yang di depannya ada tulisan “Jual Madu”. Kami disambut sama bapak-bapak yang ramah banget.

Jl. Anyelir Pare

Jl. Anyelir Pare

“What’s your name?” Tanyanya.

Wuih, si bapak jago bahasa Inggris juga ternyata.

“Sedikit-sedikit, biasanya anak luar daerah senang diajak ngomong bahasa Inggris! ” Jawab beliau.

Dan ternyata, tempat yang kami kunjungi tak lain dan tak bukan tempatnya Mbah Daim.  Karena sambutan Mba Daim tersebut sangat ramah, saya jadi ga ragu untuk meminta izin melihat ternak lebahnya. Kotak-kotak di tempatkan di bagian belakang rumah. Lebah-lebah tersebut dalam masa “perawatan” , nanti kalau sudah musim bunga, kota-kotak tersebut akan dibawa ke daerah lain dimana terdapat bahan makanan untuk mereka.

Beliau langsung menyiapkan tambang besar, untuk dibakar. Setelah api hidup beberapa lama, lalu dipadamkan untuk mendapatkan asap. Asap tersebut dihembuskan ke sarang (kotak) lebah, agar lebahnya lebih jinak (ga menyerang kita). Kata sang bapak  kalau ada lebah yang mendekat ke wajah, jangan kaget, apalagi ditampar. Ntar lebahnya bisa ngadu ke temennya dan kita bisa diserang.

Lebah tidak berhenti bekerja. Mereka bekerja dengan tugas masing-masing. Lebah bisa terbang mencari makan mencapai jarak 2 Km dari sarangnya. Setiap kelompok lebah mempunyai satu ratu lebah yang tugasnya bertelur.

Selama musim paceklik (musim hujan) lebah diberi tambahan makanan bantuan berupa manisan. Setelah musim bunga kotak lebah diantar ke hutan (tempat bunga). Madu asli berasal dari madu bunga. Dan itu bermacam-macam. Madu dari tiap-tiap bunga yang diambil oleh lebah, punya ciri khas masing-masing. Sekilas bisa kita lihat dari aroma, warna dan rasanya yang berbeda masing-masing punya khasiat tersendiri.

Image

Madu Buat dicoba

Selesai menerima penjelasan Mbah Daim, kami ditawari mencicipi madu dan merasakan perbedaan masing-masing madu. Kami datang bulan April, sedangkan panen madu baru mulai bulan enam. Kebetulan waktu itu stok yang tersisa ada tiga, madu Karet, madu Kaliandra dan madu Randu. Saya tidak bisa menjelaskan persisnya rasanya seperti apa. Sebisa yang saya ingat, madu karet rasanya enak, madu Kaliandra rasanya aneh, madu randu agak menyengat ke kuping.

Mbah daim senang sekali berbagi informasi mengenai lebah.  Bahkan beliau juga menerima makasiswa yang melakukan penelitian untuk skripsi. Mbah Daim juga memperlihatkan  buku referensinya dalam beternak lebah.

Ilmu Ternak Lebah Madu

Ilmu Ternak Lebah Madu

Setelah balik masih ada beberapa pertanyaan yang belum saya tanyakan. Salah satunya kenapa bisa madunya ga nyampur. Sedangkan dalam rentang waktu tersebut bukan randu saja yang berbunga, tapi juga karet, mangga dan tumbuhan lain. Mungkin lain kali akan saya tanyakan.

Kebetulan sekali beberapa hari lalu ada yang memposting tentang lebah di kaskus. Beberapa pertanyaan saya terjawab. Jadi aku sertakan tautannya disini.

*rima*

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s