Main (lagi) Ke Kampung Inggris


Peta jaringan KA Brantas

Peta jaringan KA Brantas

Minggu lalu saya kembali berkunjung ke kampung Inggris. Mengantar saudara yang akan mengambil kursus bahasa, sekalian main. Saya memesan tiket duabelas hari sebelum berangkat. Naik kereta api Brantas dari stasiun Pasar Senen menuju Kediri. Kereta berangkat tepat waktu, jam 16.10 WIB. Lama tempuh sekitar empat belas jam, waktu yang tertera pada tiket tidak berbeda jauh dengan waktu ketibaan kami di Kediri.

Gerbong Kereta

Gerbong Kereta

Kami sampai di stasiun Pasar Senen hanya beberapa menit sebelum kereta berangkat. Setelah memperlihatkan tiket kepada petugas kami buru-buru naik kereta. Petugas mencocokkan nomor kartu identitas yang tertera pada tiket dengan kartu identitas penumpang.

Dengan tiket ekonomi, jarak dan lama tempuh sejauh itu dapat dijangkau dengan harga Rp. 55.000. Kalau berniat untuk belajar atau berkunjung ke kampung Inggris dengan dana terbatas, transportasi yang satu ini sangat bisa jadi pilihan.

Stasiun Semarang (tengah Malam)

Stasiun Semarang (tengah Malam) – Salah satu stasiun yang dilewati

 Masalah kenyamanan, sangat relatif. Tergantung kita membandingkannya dengan apa. Kalau dibandingkan dengan bus antar kota antar propinsi di daerah Sumatera, harga tersebut jauh lebih murah dan jauh lebih nyaman. Semua penumpang dapat tempat duduk, kereta berAC, tempat duduk 3-2 hadap-hadapan, ga ada belokan tajam, tanjakan turunan hihihi. Kalau dibandingin dengan kenyamanan di kereta bisnis sama eksekutif, ya beda. Ada harga ada rupa.

Untuk keamanan, Insyaallah aman. Tapi harus tetap memperhatikan barang sendiri. Waktu saya berangkat kemaren ada ibu-ibu yang duitnya dicuri. Gara-gara ketiduran dan tasnya geletakan. Namanya juga orang nyuri, selagi ada kesempatan langsung sikat. Sayangnya si ibu nyadarnya pas udah mau nyampe, di stasiun sebelumnya penumpang sudah banyak yang turun. Gimana mau memeriksanya lagi.

Bonus Perjalanan

Bonus Perjalanan

Setelah sampai Kediri perjalanan dilanjut ke Pare. Kami numpang becak ke tempat mangkal colt ke kampung Inggris. Dikenai ongkos Rp. 10.000, lamanya sekitar sepuluh sampai lima belas menit. Kalau mau jalan kaki sebenarnya juga ga terlalu jauh, tapi karena bawaannya cukup banyak kami memilih naik becak. Bapak tukang becaknya sepertinya sudah bisa mengidentifikasi penumpang kereta yang mau ke kampung Inggris, karena pas datang-datang kami sudah langsung ditanya “Mau ke kampung Inggris ya Mba?” Dibecak kami juga ditawari kalau mau ke Pare naik ojek, hanya Rp. 20.000 saja.

Kami memilih naik colt ke Pare ada logo “P”-nya. Masih pagi, penumpang belum banyak. Nungguin mangkal sampai ke Pare lebih kurang satu jam. Ongkosnya sudah naik jauh dari waktu saya pertama kali dating dulu, jadi Rp. 15.000 per orang.

Di Pare kami turun di jalan Brawijaya. Mampir buat makan sekaligus nyewa sepeda di warung Sumatera, sebelum muta-mutar kampung Inggris buat nyari camp dan tempat kursus. Sepeda merupakan alat transportasi yang paling umum digunakan di kampung Inggris. Karena saya cuma berkunjung selama tiga hari, saya bisa menyewa Rp. 5.000 perhari.

Hari pertama, mutar-mutar nyari camp dan kursusan lalu istirahat. Hari kedua, jalan-jalan ke Surowono, hari ketiga melihat peternakan lebah madu dan balik ke Jakarta.

*rima*

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s