Jinku – Pindah Tugas


??????????Menjelang akhir tahun terdengar kabar adanya pergantian tugas di kalangan Jinku. Sebenarnya pergantian tugas sudah biasa ditempat Jinku bekerja, sekitar tiga tahunan sekali. Tapi ada lagi pergantian bagi yang bertugas di kotapraja. Jangka waktunya tidak tentu, sesuai dengan kebutuhan dan kebijakan pimpinan- katanya begitu.

Sebenarnya bekerja itu dimanapun selalu ada enak dan tidak enaknya. Begitu juga di negeri jin. Persisnya ditempat Jinku bekerja juga seperti itu. Sebenarnya tugas Jinku tidak semata-mata membangun kuil. Membangun kuil, merupakan salah satu dari sekian banyak tugas Jinku. Inti dari pekerjaan Jinku yaitu menjamin pertukaran informasi antara raja, menteri dan petinggi di negeri jin dengan yang berada di luar wilayah kekuasaan raja jin berjalan dengan aman, cepat dan tepat.

Apa hubungannya dengan kuil? Kuil merupakan tempat informasi segala hal yang diperlukan oleh raja, bukasn sekedar tempat pemujaan semata. Antar kuil tersebut juga ada tatacara dan petugas khusus untuk saling bertukar informasi. Nah, semua yang berkaitan dengan itu merupakan tugas dari Jinku. Karena sebutan Jinku – jin Kuil sudah terlanjur melekat, dalam cerita berikutnya akan masih tetap dipanggil Jinku. Sebelumnya mereka juga sudah terbiasa dengan panggilan Jinku- Jin kurir. Walaupun sebenarnya Jin Kurir juga tidak mewakili tugas Jinku secara keseluruhan. Kalau memang diperlukan nanti bakal dirobah menjadi Jinkoin – Jin Komunikasi  dan Informasi, kedengarannya lebih tepat.

Mengenai tugas, Jinku  mempunyai tiga tugas utama, diluar tugas pengaturan sumberdaya Jinku dan keuangan. Tugas pertama, memastikan informasi yang dikirimkan samai ke penerima yang tepat, cepat dan aman.  Tugas yang kedua, menjamin kemanan dan pemeliharaan kuil yang sudah dibangun baik yang berkaitan dengan fisik bangunan kuil maupun keamanan kunci mengunci. Tugas yang ketiga, mengelola kuil yaitu mulai dari merancang, membangun dan melakukan pemeliharaan terhadap kuil yang sudah dibangun. Termasuk juga jika sebuah pekerjaan akan dilimpahkan kepada jin dari kelompok lain, sering disebut sebagai pihak ketiga, Jinku juga berperan banyak di sana.

Dari kesekian banyak tugas tersebut, Jinku harus menguasai semuanya. Hal ini untuk persiapan jika Jinku bertugas di luar kekuasaan negeri jin. Hanya ada beberapa Jinku-bahkan tidak jarang sendirian menangani tugas-tugas tersebut. Walaupun skalanya lebih kecil dibandingkan dengan tugas di kotapraja, tetap saja menguasai semua tugas tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para Jinku.

Pergantian tugas secara berkala merupakan salah satu cara agar para Jinku bisa menguasai kemampuan dimasing-masing bidang tugas. kalau tidak ada pertukaran tugas, akan mempengaruhi jika Jinku bekerja di luar kekuasaan negeri Jin nantinya. Misalkan yang berada di bagian penyampai pesan, bagaimana dia tau perkembangan pembangunan kuil, pengaanan kuil, kunci mengunci  yang terbaru kalau dia selalu sibuk dengan tugasnya sehari-hari. Kecuali dalam jangka waktu tertentu secara rutin diadakan pelatihan peningkatan keahlian atau sejenisnya. Jika ketika hanya hendak berangkat tugas dilakukan karantina selama seminggu atau dua minggu, tidaklah akan cukup untuk mengimbangi perkembangan itu.

Hal ini sudah menjadi perhatian Komandan Jinku, walaupun secara pelaksaannya belum sepenuhnya seperti itu. Perpindahan tidak terpola, bersifat acak (mungkin juga terlihat acak tapi sebenarnya tidak acak?). Contohnya ada Jinku bertugas menyampaikan pesan rahasia dari kuil ke pengunjung tertentu selama setahun lebih, padahal sebelumnya direncanakan akan ada pergantian secara teratur berapa bulan sekali. Ada yang tidak dipindahtugaskan karena sulit untuk menemukan penggantinya. Ada pula Jinku yang selalu berpindah tugas.

Penyebab pola acak itu belum diketahui, entah karena komandan Jinku tidak bisa melaksanakan apa yang sudah dia “katakan”. Mungkin juga karena tidak ada perjanjian di daun lontar, makanya bisa berubah-rubah. Disebut pola acak karena tidak ada yang tahu persis polanya, kalaupun menerka-nerka hanya Komandan Jinku dan Tuhan yang tahu.

Karena hukumnya sudah jelas, pemimpin itu akan bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya. Jika salah-salah dalam memimpin dan berlaku tidak adil, pimpinan tersebut akan berhadapan dengan Tuhan, begitu juga halnya dengan komandan Jinku. Maka Jimu “berusaha menerima”  ditugaskan dimanapun pada pola acak perpindahan itu. Si Jimu berusaha melaksanakan tugas dengan baik. Memberikan masukan dan saran kepada komandan Jinku untuk kemaslahatan bersama, jika memungkinkan. Mengritisi komandan Jinku jika dia melakukan hal salah atau yang tidak seharusnya, jika memungkinkan. Atau mendoakan jika tidak sanggup merubah keadaan.

***

*Rindang*

2 comments

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s