Memanggil Kenangan



ImageI

Langit merah melingkup
Kemilau keemasan sampai selatan
Di lebur laut rajahari akan bermalam
Tersebutlah malam  pembatas hidup
Esok datang berganti
Hari baru hitungan baru

Akulah sibodoh itu
Dilanda bosan tak ketulungan
Senja boleh romantis aku masih miris
Mendung atau hujan agak sebentar
Kembali terpenjara senja yang sama
Dipahit lebur bersama malam

Laut, kukata dia pembatas mimpi
Laut senja, kukata dia cepatlah pergi
Laut senja lagi, kukata dia  pengiming pagi
—2007

II
Senja merah meredup
Kemilau keemasan terlupakan
Di deru jalan menunggu malam
Tersebutlah senja sudah berbeda
Esok datang lagi
Hari baru matahari baru

Akulah sibodoh itu
Dilanda bosan tak jetulungan
Senja boleh romantis hatiku masih teriris
Ingin berhenti agak sebentar
Memandang senja yang sementara
Di lebur laut rajahari akan bermalam

Laut, kueja mantra ini
Laut senja, datanglah kemari
Laut senja lagi, padamu kuingin lari
—2009

III
Senja merah merekah
Kemilau keemasan berpantulan
Dimana saja menunggu malam
Tersebutlah senja memang berbeda
Esok merah lagi
Aku mau senja ini

Akulah sibodoh dulu
Dilanda bosan tak jetulungan
Senja telah romantis kenapa masih meringis
Kini tak ingin memudar
Memandang senja yang sementara
Sebelum ditikam kelam

Laut, kini aku disini
Laut senja, mungkin aku rindu kembali
Laut senja lagi, biar kupanggil kenangan itu kemari
— 2013

*rindang*

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s