AMELIA –Serial Anak Mamak


AmeliaPenulis    : Tere Liye
Penerbit  : Republika Penerbit, 2013
Tebal        : 392 Halaman

Setelah lama ditunggu-tunggu, akhirnya Amelia terbit juga. Kebetulan ada diskon 20% pas acara Indonesia book Fair yang diadakan tanggal 2 – 10 November 2013 kemaren. Sip! Dapat bukunya!

Setelah membaca serial anak mamak  (Eliana, Pukat dan Burlian) dengan cerita dan keunikan masing-masing aku penasaran banget dengan Amelia. Kalau Eliana adalah anak pemberani, Pukat anak yang cerdas dan Burlian anak yang istimewa, Amelia paling sering diceritakan sebagai anak manja dan paling pandai mengambil hati. Dengan kelebihan dan kekurangan sifat masing-masing anaknya, bapak dan Mamak berhasil mendidik anak mereka dengan nilai-nilai yang baik sehingga setelah besar mereka menjadi orang yang sukses.

Mengenai Amelia, yang tidak sepemberani Eli, tidak secerdas Pukat dan juga tidak seistimewa Burlian – catatan: Amelia paling tidak suka dibanding-bandingkan dengan kakaknya, terlebih-lebih jika dibandingkan denga Eliana. Bagaimana Bapak dan Mamak menghadapi Amelia hingga dia tumbuh menjadi anak yang baik, rasa penasaran kita akan segera terjawab dengan membaca buku ini.

Seperti dikatakan tadi, Amelia sangat benci jika dibanding-bandingkan. Bahkan jika bisa memilih ia ingin menjadi Eliana, yang bisa seenaknya memerintah-merintah. Sebagai anak bungsu hanya Amelia yang tidak punya hak untuk memerintah-merintah di rumah itu. Suatukali karena sudah jenuh, Amelia dapat ide dari temannya yang juga anak bungsu, lalu dia berniat untuk membalas dendam.

Amelia lega sekali telah berhasil membalas Eliana, dia puas sekali. Tapi ternyata syarat yang dikasih tau maya-temannya agar jangan ketahuan tidak sepenuhnya dipikirkan oleh Amel. Karena tingkahnya yang fatal, Amelia dihukum Bapak dan mamak. Bapak adalah orang yang bijak. Walaupun Amelia selama ini terlihat selalu menjadi anak kesayangan bapak ketika dia melalukan kesalahan, Amelia tetap diberi hukuman. Menariknya hukuman yang diberikan oleh bapak membuat amelia menjadi sadar akan kesalahannya. Amelia harus melakukan sebagian tugas. Harusnya Amelia senang karena itu, karena selama ini dia ingin menjadi Eli. Dengan begitu dia  bisa mengatur orang seenaknya, bisa menyuruh ini itu. Rupanya tidak seperti dugaan Amel, menjadi Eliana tidak semudah yang dia bayangkan.

Cerita Amelia menjadi seru dengan hadirnya Chuck Norris, anak nakal tapi kreatif.  Saking kreatifnya ketika belajar mengarang, dia menulis harga-harga sayuran untuk memenuhi syarat karangan setengah halaman tentang pasar. Ketika topik karangan diganti, Chuck Norris tidak kalah akal untuk menulis karangannya. Akhirnya Chuck Norris dihukum untuk mengarang satu buku biar dia tidak mengada-ngada, pak Bin bilang walaupun Chuck Norris menulis daftar nama orang sekampung buku itu tidak akan penuh.

Pak Bin, guru sekolah dengan segala keterbatasan keadaan beliau bisa menangani murid-murid. Pak Bin juga yang punya ide minta bantuan pada Amelia untuk mendekati Chuck Norris. Waktu itu harta karun milik sekolah mereka yang sangat berharga sempat menjadi korban. Bayarannya, Amelia berhasil mendekati Norris dan akhirnya mereka berteman.  Itu karena Pak Bin tahu kelebhan Amelia, dia sangat peka dengan perasaan orang lain.
Menjadi anak bungsu dan perempuan pula, Amelia sering disebut kakak-kakaknya sebagai si penunggu rumah. Yang artinya ketika dia besar nanti dia akan tetap ada di kampung menemani Bapak dan Mamak yang sudah mulai tua. Amel khawatir tentang itu, sehingga dia tidak berani bercita-cita. Walau sering dikatakan manja, bukan berarti tidak bisa melakukan hal-hal yang besar. Bersama dengan teman-temannya yang ternyata juga anak bungsu, mereka mengagas ide persemaian kopi di kampung.

Secara keseluruhan aku suka cerita dalam novel ini. Walaupun dalam realitas aku agak ragu apakah ada anak sebesar Amelia bisa berfikir dewasa dan kadang kata-kata  yang dia ucapkan sangat bijak, seperti waktu memarahi Norris atau ketika meyakinkan penduduk kampung tentang pembibitan kopi. Fiksi tetaplah fiksi, dengan segala kelebihan dan kekurangannnya, buku ini tidak akan berhenti mengispirasi. Selamat membaca 🙂

*rinrin*

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s