Berburu Dengan Waktu


Aku sedang dikejar tenggat waktu. Sebenarnya bukan hal yang mendadak, tapi benar-benar mendesak. Sebenarnya sudah diberitahu jauh-jauh hari bahwa proposal tugas akhir season I (halah, gayanya ngomong pake season2 segala),  harus masuk sebelum akhir September. Tips dari teman-teman, kalau ingin menyelesaikan kuliah tepat waktu, tanpa harus mengajukan perpanjangan mengikuti kuliah untuk menulis tugas akhir sebaiknya mengajukan proposal judul sejak awal-di sesason I. Untuk berjaga-jaga kalau porposal judul tersebut ditolak, masih bisa mengajukan di tahap kedua di semester yang sama.

Jadi ceritanya aku bertekad untuk menyelesaikan kuliah semester ini, tapi ga tau nantinya bagaimana. Yang jelas sekarang lagi semangat-semangatnya.

Jadi ceritanya sebelum masuk liburan semester kemaren, udah nyari-nyari dan nanya-nanya (untung ga ngorek-ngorek)🙂 kemungkinan untuk dijadikan tugas akhir. Aku mendapat beberapa masukan dari teman-teman, tapi belum benar-benar mencari tahu ndan memutuskan apa yang akan aku tulis. Mengumpulkan bahan-bahan dari berbagai sumber yang kira-kira akan berkaitan dengan pembahasanku nantinya. Tapi kenyataannya sampai mendekati tenggat waktu seminggu, aku tidak  juga menyelesaikan penulisan proposal itu.

Beberapa hari sebelum tenggat waktu itu, disibukkan dengan pekerjaan. Dalam hatiku muncul bujukan-bujukan.

“Udah! Jangan dipaksakan, kalau belum selesai mau bagaimana lagi, kan masih ada tahap berikutnya!”

Tapi hati lainku juga bilang harus mengajukan judul itu, siap atau tidak siap, bagus atau tidak bagusnya proposal itu. Toh kalaaupun ditunda, nanti bakal ada lagi kesibukan lain yang akan menghalanginya.

Yap! Harus dicoba dulu bagaimanapun hasilnya tetap ajukan, kalau ga diterima bisa mengajukan lagi nanti. Memang mengucapkan lebih mudah ketimbang melaksanakan. Begitu membuka file “proposal”, langsung merasa mumet. Tidak tahu mau nulis apa. Sepertinya apa yang sudah aku rangkai di kepalaku tidak mudah untuk dituliskan. Lalu aku akan nembaca lagi referensi dan.berusaha untuk menuliskannya. Kalau sudah bosan, aku akan memilih-milih lagu yang mungkin cocok untuk menemani menulis. Pilah-pilih lagu itu bisa berlangsung lama, kadang malah nyasar (sengaja di sasarin) ke folder film. Tidak jarang perhatian jadi teralihkan.

Kalau kebetulan lagi browsing nyari referensi, iseng nyari lagu di youtube atau ada hal lainnya yang lebih menarik ketimbang kembali fokus ke tulisan semula. Kalau tidak sedang online, malah kadang difikiranku muncul ide, bagaimana kalau nulis Cerpen tentang ini? bagaimana kalau tokohnya pengen kuliah ke luar negeri? Bagaimana kalau motivasinya hanya karena cowok yang dia suk? Gagal lagi deh!

Bisa karena terpaksa! Tadi sore aku memutuskan untuk menyelesaikan hari ini juga dan menyerahkan ke kampus hari Senin. Karena akan tugas keluar jakarta, aku harus nitip ke teman besok pagi. Pas udah merasa sreg aku coba baca-baca lagi. Ternyata masih banyak yang salah eja dan kalimat-kalimat yang ga pas dan musti di edit lagi. Untungnya ada teman yang bisa bantuin buat ngoreksi. Akirnya proposalnya jadi aku punya kekuatan hati untuk mengajukannya hari Senin besok.

*Unin*

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s