Kafan Hijau


testKetika lebaran kemaren, salah seorang saudara menelpon. Kebetulan beliau tidak bisa pulang kampung. Jadi kami bersilaturahmi melalui telepon saja. Bincang-bincang biasa, saling menanyakan kabar keluarga di kampung dan di rantau. Beliau menanyakan kondisi bapakku yang sedang sakit. Untuk ke belakang harus ditemani, takut tiba-tiba jatuh. Berhubung suhu udara di kampungku termasuk sejuk (menurutku dingin), belau harus mandi pakai air hangat kadang tidak kuat berwudhu. Mengingat kesulitan yang dialami bapakku iu, lalu aku teringat untuk mengingatkan pamanku buat sholat selagi fisik masih kuat.

Sumbayang lah lai Mamak! Salagi tagok! Nanti kalau sudah tua, sakit-sakitan baru teringat sholat sudah payah untuk menjalankannya!”

Iyo, lai takana dek Mamak sumbayang tu!  Tapi saat ini belum bisa mengerjakannya…!”

“Daripada nanti menyesal…!”

“Ada satu teringat sama Mamak, kalau nanti meninggal minta dipakaikan kain kafan warna hijau saja!”

“Kenapa begitu?” Tanyaku polos

“Biar malaikatnya menganggap mayat lama yang sudah pernah ditanya, sebab kain kafannya sudah berlumut!”

Aku tertawa mendengarnya, sepertinya pernah mendengar anekdot serupa. Yang itu lebih ekstrim lagi, minta mayatnya dibuang ke laut biar dimakan ikan.

“Oh, kalau bisa gitu kain kafan hijau lakulah Mamak? Tapi kenapa yang meninggal sekarang tetap saja pakai kain putih!”

“Itu karena mereka tidak dapat cerita dari yang sudah balik dari sana!”

“Ya sudah, nanti kalau Mamak ke sana dan berhasil menipu malaikat ceritakan ya! Tapi masalahnya kalau sudah ke sana tidak bisa balik lagi!”

“Nah itu dia….”

Teringat tentang percakapan itu sekarang, aku tertawa sekaligus miris. Tentu saja pamanku cuma berkelakar, tidak bersungguh-sungguh menipu malaikat. Indak di urang indak di awak , kadangkala kita tahu dan mengaku percaya kepada perintah Allah, tapi masih berasa berat untuk melaksanakannya. Seolah perintah itu bukan buat kita, tapi buat orang lain. Ku masih suka bertanya-tanya dalam hati, kenapa?

***

*Unin*

Mamak : Paman
Sumbayang : Sholat
Sumbayang lah lai Mamak! : Sholatlah Mamak!
Tagok : Kuat
Iyo, lai takana dek Mamak sumbayang tu! : Iya, Mamak ingat kok untuk sholat!
Indak di urang indak di awak : menimpa semua orang

One comment

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s