Berburu Duren ke Warso Farm


Buah Naga Merah

Selain Duren Juga Ada Buah Naga

Waktu itu ada yang punya ide jalan-jalan sekalian nyari duren ke Warso Farm. Karena baru dengar, aku browsing tentang Warso Farm yang berada di Desa Cihideung, Kecamatan Cijeruk, Kab. Bogor ini. Kebun ini merupakan milik seorang purnawirawan TNI yang bernama Pak Warso (Soewarso Pawaka). Begitu ada waktu dan kesempatan, akhirnya kami berangkat ke Bogor. Kapan lagi nyari Duren di Jakarta bareng-bareng  (Jakarta dan sekitarnya: red).

Informasi yang kami dapatkan, dari terminal bis Baranangsiang Bogor terus ke arah Eka Lokasari Plaza-terus ikutin jalan kearah jembaan Cipaku. Warso Farm terletak beberapa kilometer dari jembatan Cipaku. Waktu mau berangkat, dapat info kalau Jalan Pajajaran Bogor ditutup sementara. Jadi dari Jakarta kami mutusin untuk lewat jalan tol dan keluar di pintu tol Ciawi, terus ke arah Sukabumi. Belok kanan di Pasar Caringin yang Jaraknya sekitar sebelas kilometer dari pasar Ciawi. Lalu melalui jalan Cijeruk – Caringin Raya melewati Stasiun Maseng,  Caringin. Trus ngikuti jalan aja sambil ngeliat-liat plang ke arah Warso Farm.

Jalan ke Warso Farm cukup berliku kadang menanjak, dengan pemandangan hijau di kiri kanan. Kami sampai  Warso Farm udah jam sebelasan dan langsung menuju tempat yang dimana terlihat orang paling rame, di belakang patung buah Naga. Ternyata, stok durennya tinggal dikit dan itupun sudah ada yang mesan. Alamak, jauh-jauh dateng, udah mencium aroma duren, jangan samai ga jadi makan duren.

Akhirnya kami  konfirmasi lagi karena beberapa hari sebelumnya kami sudah menelpon dan memastikan durennya ada buat hari itu – waktu itu kami ga dianjurin buat mesan dulu. Pihak Warso farm menjelaskan bahwa waktu itu panen untuk tiap harinya ada, tapi karena banyaknya yang berkunjung stoknya habis. Kami dikasih empat duren yang tersisa ditambah dua buah yang baru jatuh. Syukurlah, daripada ga dapet sama sekali hehehe…

Image

Bukan kereta gantung beneran ….🙂

Image

Pas kami pulang, sudah mulai rintik-rintik.

Jadilah kami makan enam duren berbanyak. Sebenarnya seru juga nunggu duren jatuh, tapi mendung yang sudah mulai bergelayut di langit. Setelah bersantap dan Sholat Zuhur, kami memutuskan untuk balik, takut hujan dan terjebak macet ke arah jakarta.  Kalau ada kesempatan ke sana lagi, mungkin bisa jalan-jalan ke kebun duren dan  nyoba jenis duren yang lain.

Sarannya kalau nanti ke Warsofarm lagi pas musim libur, sebaiknya datang lebih pagi atau pesan terlebih dulu. Karena perginya udah bulan Maret kemaren dan harga BBM udah naik, ga yakin harga per kilonya masih sama kaya yang dulu.

*Rima*

2 comments

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s