Totto-chan “Gadis Cilik Di Jendela”


 wpid-img_20130719_2135142-cropTidak pernah bosan membaca buku ini berulang-ulang. Tidak pernah bosan dengan ulah Totto-chan yang aneh-aneh dengan segala kepolosan dan keingintahuannya sebagai anak-anak.
Awalnya mama merasa khawatir karena Totto-chan dikeluarkan dari sekolah karena tidak bisa lagi menangai Totto-chan.
Akhirnya mama menemukan sekolah baru yang bernama Tomoe. Saat pertama-bahkan sebelum Totto-chan diputuskan diterima di sekolah tersebut Totto-chan terlebih dahulu memutuskan kalau dia menyukai sekolah tersebut. Untuglah Totto-chan diterima dan dia suka “berteman” dengan kepala sekolah membuat mama tidak terlalu khawatir.
Tetsuko dalam buku ini, menceritakan pengalaman masa kecilnya yang terlihat sederhana tapi muatannya tidak sederhana. Ketika membaca, aku membayangkan seorang gadis kecil dengan posisi berdiri dan siap untuk berlari ketika kereta berhenti di stasiun.

Membayangkan Totto-chan mengorek-ngorek tanah di sebuah lahan kosong, lalu merayap di bawah pagar kawat. Lalu ketika Totto-chan masuk lobang pembuangan kotoran, atau saat Totto-chan mencari dompetnya di bak penampungan kotoran. Ikut-ikutan tegang ketika Totto-chan terjebak dalam adukan semen basah dan orang-orang mengira dia sedang bermain-main.

Totto-chan sebenarnya anak yang baik, tapi kadang tindakannya bisa membahayakan.
Bersekolah di Tomoe, Totto-chan mempelajari banyak hal. Kepala sekolah- Sosaku Kobayashi selalu menekankan kalau Totto-chan adalah anak yang benar-benar baik. Totto-chan meyakini itu dan dia benar-benar tumbuh menjadi anak yang baik.image Menceritakan kembali masa kecilnya di Tomoe, Tetsuko ingin berbagi bagaimana kepala sekolah menerapkan pendidikan yang tidak biasa di Tomoe dan itu membuat hal-hal positif bagi murid Tomoe di masa depan mereka. Menurutnya setiap anak dilahirkan dengan watak yang baik, yang dengan mudah bisa rusak karena lingkngan mereka atau karena pengaruh-pengaruh buruk orang dewasa. Seperti Totto-chan, jika dia tumbuh di tempat orang-oranf yang mencapnya nakal. Bukan tidak mungkin dia akan menjadi anak yang nakal, tidak bisa dimengerti dan terkucilkan.

Saat ini setelah lebih dari tiga puluh tahun sejak buku pertamanya terbit, zaman sudah banyak berubah dan perang sudah usai. Tapi kisah Totto-chan akan terus menginspirasi.
*rima*

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s