Jogja or Djogdja – (3) Dieng


Mejeng di Dieng

Mejeng di Dieng

Aku ga punya gambaran Dieng yang utuh sebelumnya. Emangnya Dieng itu dekat Jogja yah? Dieng yang dataran tinggi itu yah? Yang di sana ada anak-anak berambut gimbal yah? #parah nih!

Perubahan tujuan wisata dikondisikan secara tiba-tiba waktu itu.  Aku setuju-setuju saja kalau mau ke Dieng. Soalnya aku belum pernah ke sana. Aku juga menyepakati ga usah ke Borobudur sama Prambanan karena teman-teman – selain  aku, udah pernah ke dua objek wisata tersebut. Lagipula dua-duanya merupakan situs wisata yang udah terkenal banget dan aksesnya juga mudah. Kapan-kapan juga bisa ke sana.

Diantara kami ga ada yang menyangka butuh enam jam (termasuk sarapan) menuju Dieng. Rasanya udah pegel banget duduk di mobil, kok ga nyampe-nyampe. Berasa pulang kampung, walaupun ga se-ekstrim jalan di kampungku di Sumatera sana. Mendaki bukit  menuruni lembah. Untung kiri kanan ga hutan semua. Ada kebun teh, ada ladang kentang, apa lagi yah? Ada jurang, ada kuburan, ada tanjakan penyelamat (bener ga yah? payah ih daya ingatku).

Anak urang si kumbang putiah pai ka balai hari sanjo | mamakai baju guntiang cino .. guntiang cino

Ulah rayu si daun siriah bacarai pinang jo tampuaknyo |apo katenggang si carano si carano

Urang kapau pai ka ladang sarupo kodek jo bajunyo | iyo buruak lakunyo alang ayam tapauik disembanyo

Urang sariak babaju gamiah pai mang galeh ka padang lua | Iya sariak ba ayam putiah, koq indak sikok, alang manyemba

Wow, jauh-jauh ke Jawa Tengah, sempat juga dengar lagu ini juga di radio. Terobatlah rindu ke kampung agak sedikit #mulai lebay.

Ada apa sih di Dieng?  Dieng adalah kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Dieng adalah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000m di atas permukaan laut. Suhu berkisar 15—20 °C di siang hari dan 10 °C di malam hari.(dikutip dari wiki).

Di dieng ini ternyata banyak sekali onjek wisata yang dapat dikunjungi, diantaranya Kelompok Candi Arjuna, Kawah SiKendang, Kawah Sikidang, Dieng Plateau Theatre , Telaga Warna. Jika dicari dengan mesin pencari, banyak sekali onjek wisata lainnya di daerah Dieng ini.

Waktu nyampe di kawah sikidang, yang langsung dilakukan adalah makan yang hangat-hangat.   Aku memilih  jahe hangat dan kentang goreng, sebelum turun melihat kawah Sikidang.

Waktu itu kami hanya sempat ke kawah Sikidang, Kondisinya tidak mendukung untuk berkunjung ke objek wisata yang lain. Ketika kami balik ke Jogja  untuk menempuh jarak sekitar 120 Km, hujan sudah turun. Jarak pandang sangat terbatas.  Kebun-kebun yang kami lewati sewaktu berangkat jadi mengabur.

Nyampe di jogja sudah tengah malam. Perut berasa lapar, mampir dulu di gudeg batas kota yang memang bukanya menjelang tengah malam. Aku menghabiskan sepiring  Nasi Gudeg  dengan ayam suwir, telur, dan krecek. Walaupun lidahku sangat cocok dengan segala  makanan yang balado, kalau yang satu ini boleh deh, enak! Memang katanya gudeg di sini ga terlalu manis dibanding dengan gudeg umumnya di Jogja.

Gendang gendut tali kecapi, kenyang perut senanglah hati. Abis makan dengan lahap, kembali ke penginapan untuk persiapan besok.

*rima*

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s