Jalan – Jalan Ke Cirebon


pageCirebon adalah tujuan kami berkelana kali ini. Berbekal keinginan yang membara meninggalkan kota Jakarta yang penuh dengan hiruk pihuknya untuk beberapa waktu saja #halah!  Gaya bahasanya lebay# . Saya dan dua Para Bo : Bolin dan Bowi akhirnya berangkat ke Cirebon naik kereta.

Cirebon letaknya udah ke ujung Provinsi Jawa Barat yang berdekatan dengan Jawa Tengah, jaraknya sekitar 258 km dari Jakarta, sekitar tiga jam naik kereta.  Karena berangkat malam, kita nyampenya dini hari. Setelah istirahat di penginapan, besoknya jam delapan pagi kami udah siap mengarungi kota Cirebon.

1. Pasar Kanoman

IMG_5446

Di Suatu jalan Di Pasar Kanoman

Sebenarnya tujuan kami adalah Keraton Kanoman, karena keratonnya dekat pasar,  so pasti kami lewat pasar. Sebenarnya kalau pasar tradisional bukan pemandangan baru, tapi kalau pasar tradisional di Cirebon  ya baru kali itu ke sana. Ketemu sama orang jual jangkirik sama ulat, buat makanan ikan dan burung. Kalo jangkrik pastinya udah sering liat. Tapi kalo ulat sebanyak itu (tuh yang di foto) baru kali itu ngeliatnya.

2. Keraton Kanoman

IMG_5402

Tempelan Keramik yang menarik

Kayanya kami datang kepagian, guidenya belum ada dan keraton dann museumnya belum buka. Jadinya kita liat-liat dari luar saja. Seperti komplek banguna lama yang tidak terawat, beberapa bagian sedang direnovasi. Moga aja kalau ada kesempatan ke sana, terlihat lebih bagus. Keraton Kanoman merupakan pusat Kesultanan Cirebon, kemudian dterpecah menjadi Keraton Kanoman, Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, danKeraton Keprabonan. Yang menarik di sini adalah keramik yang ditempel pada dinding keraton.

3. Keraton Kaprabonan

keprabonan

Kaprabonan: Jangan sampai kelewat

Dari Keraton Kanoman, kami jalan kaki menuju Keraton Kaprabonan.  Berbekal peta wisata hasil googglingan dan nanya-nanya sama penduduk akhirnya ketemu juga Keraton Kaprabonan. Plang namanya agak tersembunyi, untung  teman saya matanya jeli.  Ga banyak yang bisa di ceritain di sini. Intinya kami udah ngeliat keraton kaprabonan trus ambil foto.

4. Masjid Agung Kasepuhan

masjid

Masjid Agung Kasepuhan

Dari keraton Kaprabonan kami jalan kaki lagi menuju Keraton Kasepuhan. Sebelum nyampe Keraton, kami ketemu masjid. Jangan-jangan ini masjid merah, pagarnya warna merah.  Tapi sepertinya bukan, dalam peta terlihat lokasi masjid merah tidak berada di sekitar Keraton. Setelah kami cek, ternyata masjid Agung Kasepuhan.

5. Keraton Kasepuhan

kasepuhan

Tempelan Keramik Lagi

Perjalanan berikutnya dilanjutkan ke keraton Kasepuhan. Lokasinya sangat luas, kami masuk ga pake tiket. Gara-garanya dikira ikut rombongan lain. Trus di dalamnya juga ga ikut tour guide, cuma ngikutin kemana kaki melangkah aja. Kita ngeliat kereta Singa Barong, yang merupakan kereta tercanggih di zamannya. Yang tetap menjadi perhatian di sini adalah tempelan keramiknya.

6. Keraton Kacirebonan

IMG_5543

Koleksi Keraton Kacirebonan

Di sini, pas masuk kami lapor ke bagian penerima tamu. Trus ngisi buku tamu dan ditawari pengen di guide atau ga. Kali ini perlu, udah tiga keraton berlalu begitu aja ceritanya. Akhirnya masuk ke keraton ditemani Bapak guidenya.  Kami ditunjukin dama dokumentasi Keraton Kacirebonan sejak zaman dahulu kala (ketahuan ga nyimak waktu di kasih tau), trus beberapa koleksi keraton seperti alat musik, topeng, Alqur’an yang ditulis tangan, dll.

7. Gua Sunyaragi (Tamansari Sunyaragi)

IMG_5674

Dahulunya Pasti Luar Biasa Indah

IMG_5629

Berfoto di Sunyaragi : Bowi dan Bolin

Dari keraton kacirebonan, kami melanjutkan perjalanan dengan naik Angkot ke Goa Sunyaragi. Tamansari Sunyaragi, sangat luas, terdiri dari bagian-bagian yang sungsinya beda-beda, yang merupakan sisa kejayaan masa lalu.  Bagus sebenarnya, tapi karena kami nyampenya pas tengah hari, berasa banget panasnya.

8. Sentra Batik di Kampung Trusmi

Dari sunyaragi, naik angkot/ elf ke arah Plered, kami bilang mau ke Trusmi. Sopir dan kondekturnya langsung tau dan nurunin kami sebelum lampu merah. Abis itu (nanya orang lagi,  jalan menuju Trusmi)  dan jalan kaki ga terlalu jauh, akhirnya sampai. Sebelum balik kami mastiin dulu apa ada angkot balik ke penginapan (dekat stasiun Cirebon) abis magrib biar ga khawatir.

Itulah tempat yang berhasil kami kunjungi selama di Cirebon, semoga kapan-kapan ada kesempatan ke sana lagi.

*rima*

5 comments

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s