Kali Ini Tentang Bukittinggi


Tiba-tiba aku kepengen bercerita tentang kota ini.  Udaranya sejuk dengan suhu ratarata 16-25 °C, pemandangan alam yang indah, makanannya enak banget, hasil kerajinan tradisionalnya beragam dan yang pasti banyak objek wisata menarik.

Berjarak sekitar dua jam perjalanan dari kota padang (ibu kota propinsi Sumatera Barat) yaitu ± 90 km, di sepanjang jalan kita akan disuguhi pemandangan yang Indah. Dari bandara Internasional Minangkabau banyak pilihan transportasi ke Bukittinggi, bisa naik travel, bus atau taksi. Kalau dari kota-kota lain di sekitar Bukittinggi, juga sama yang pasti ga ada kereta kaya di Pulau Jawa.

Yang musti dikunjungi kalo ke Bukittinggi itu:

Jam Gadang

Jam Gadang

1. Jam Gadang

Bangunan jam gadang ini tingginya 26 meter. Dari menara Jam Gadang ,  para wisatawan bisa naik dan melihat  pemandangan kota Bukittinggi. Dulu  sebelum gempa 2009, dibuka  untuk umum dengan harga tiket Rp. 50.000,-/orang. Namun sekarang  pengunjung harus punya surat ijin khusus dari Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi demi keamanan. Aku juga baru tau, ternyata Jam Gadang ini dibangun ga menggunakan besi peyangga dan semen. Tapi kapur, putih telur dan pasir putih. Luar Biasa!

2. Panorama Ngarai Sianok

Ngarai Sianok

Ngarai Sianok

Ngarai Sianok ini  panjangnya  ± 15 km, kedalaman ± 100 m dan lebar ± 200 m. Dari jam gadang tidak susah untuk menemukan ngarai ini, tinggal nanya orang arahnya (panorama) trus tinggal jalan kaki. Didalam ngarai ini mengalir sebuah sungai, kita bisa masuk ke dalam ngarai melalui ada anak tangga turun menuju dasar ngarai.

3. Jenjang 1.000

Jenjang ini dahulunya digunakan masyarakat setempat untuk mengambil air ke Ngarai Sianok. Masuknya dari Panorama baru. Janjang 1000 diapit oleh tebing-tebing *diambil dari blog sebelah, aku belum pernah ke sini nih. Kapan-kapan kalo ke sini, aku bagi-bagi ceritanya🙂

4. Lubang Japang

Lubang Japang

Lubang Japang

Lubang (goa buatan) ini dibangun sekitar tahun 1942 oleh penjajah Jepang.  Panjangnya sekitar 1.4 km dan lebar sekitar 2 m. Dulunya merupakan tempat pertahanan, penyiksaan dan penyimpanan logistik penjajah Jepang. Di dalamnya gelap tapi dibagian tertentu dipasang lampu. Lobang Jepang  ini memiliki pintu masuk yang menyebar di kota Bukittinggi, salah satunya di Taman Panorama erupakan tempat masuk bagi wisatawan.

5. Benteng Ford de Cock   dan  Kebun Binatang  Kinantan

Dua objek wisata ini saling beseberangan yang dihubungkan oleh jembatan limpapeh. Benteng Ford de Cock   dibangun oleh Penjajah Belanda pada masa Perang Paderi (perang yang dikobarkan oleh Tuangku Imam Bonjol beserta teman-temannya), sekitar tahun 1825. Kedua Lokasi wisata ini tidak terlalu jauh dari Jam gadang dan bisa dicapai dengan berjalan kaki atau naik bendi (sejenis delman/dokar)

6. Rumah Kelahiran Bung Hatta

Siapa yang ga kenal dengan Sang proklamator yang baru-baru ini dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional, yang lahir dengan nama Muham­mad Athar di Bukittinggi 12 Agustus 1902? Dengan berkunjung ke sini, kita bisa mengenal lebih dekat sosok sang pahlawan. Dari jam gadang, tinggal berjalan lurus membelakangi gedung Tri Arga, lalu turun melalui janjang 40, setelah lurus  mengikuti jalan Sukarno Hatta sekitar 300 m. Rumah tersebut ada di sebelah kiri jalan, sebelum Masjid Baitul Jalal.  Kalau capek jalan kaki juga bisa naik bendi atau naik angkot  berwarna merah yang dari Aur Kuning ke arah Pasar bawah – nanti akan melewati bawahnya jempatan Limpapeh, minta turun di rumah Bung Hatta atau mesjid Baitul Jalal. Biasanya sopirnya tau.

7. Pasa Ateh (Pasar atas)

Untuk berbelanja oleh-oleh ada di pasa ateh yang tepat berada tepat di depan Jam gadang, berbagai macam sovenir, kerajinan tangan dan berbagai macam kuliner enak serta oleh-oleh makanan seperti karupuak sanjai dan karak kaliang. Kalau mau berbelanja songket, bordiran, sarung tenun, rajutan di sinilah tempatnya. Kalau ingin berjalan-jalan melihat pasar trasisional lainnya bisa juga jalan ke Pasa Lereng, Pasa Bawah, Pasa Putiah, Pasa Aua Tajungkang selain pasar grosir Aur Kuning yang merupakan pusat konveksi.

8. Los Lambuang

Petak khusus (disebut los) yang berada di Pasar Lereng. Di sini bisa memanjakan perut dengan nasi Kapau dan katupek (ketupat) yang terkenal enak itu. Jangan lewatkan untuk memesan sajian spesial Gulai tambunsu alias usus sapi yang diisi telur.

Selain yang udah disebutin di atas, masih banyak objek dan tempat makan menarik di Bukittinggi. Mungkin dilain kesempatan diceritain lagi.

Kalau ke Bukittinggi, jangan lupa naik bendi
Kalau ke Bukittinggi bolehlah mampir ke kampung kami
Tuk! Tik! Tak! Tik! Tuk!

Terimakasih untuk koleksi foto dari teman2ku, Semoga nanti bisa ke sana lagi kapan2 dan bareng2 lagi

***

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s