Trip to Sawarna I (Jakarta – Pelabuhan Ratu)


Sawarna, sawarna, sawarna!
Sebut namanya 3x dan kau akan pergi ke sana!
______ cerita:

Berhubung waktu liburan kita yang tidak terlalu panjang sedangkan trip ke Sawarna ini setidaknya butuh waktu perjalan bisa lebih dari enam jam, maka perjalanan tidak boleh ditunda. Semangkaaaa… Semangat kaka!!

Sekitar setengah sepuluh, kami berangkat dari kosan menuju stasiun Kota. Naik kereta commuterline dari stasiun Kota ke Bogor. Ternyata dapat kereta jam sebelas empat lima, nyampe Bogor jam satu. Kami naik bus MGI AC dari terminal Baranang Siang menuju Pelabuhan Ratu.

Perkiraan awal, nyampe di Pelabuhan Ratu sekitar jam empat, berdasarkan info dari beberapa blog yang kami baca. Pelabuhan Ratu ke Sawarna sekitar dua setengah jam. Kalau sudah lewat jam sebelas atau duabelas siang angkutan umum yang langsung ke Sawarna dari Pelabuhan Ratu udah ga ada. Angkutan itu cuma ada satu kali dalam satu hari. Kalau sudah ketinggalan angkutan, maka selanjutnya naik angkutan umum ke arah Bayah, minta turun di Ciawi, baru dari Ciawi naik ojek ke Sawarna.

Karena perkiraan kita itu belum ditambah toleransi waktu untuk hal tak terduga. Misalnya, macet, bus ngetem, atau apalah. Jadi kemungkinan kita nyampe di Pelabuhan Ratu sekitar jam enam sore. Daripada cemas ga dapat angkot ke Bayah, atau nyampenya lebih malam dari prediksi semula, kita mutusin untuk nginap di Pelabuhan Ratu. Besoknya baru ke Sawarna. Lebih aman dan menentramkan (kaya tagline Bank Syariah aja hehehe…)

Bener aja, ternyata nyampe di terminal Pelabuhan Ratu hampir Magrib (RINCIAN ONGKOS) . Sebelumnya kita udah pesen penginapan, ga jauh dari terminal. Kadang kalau musim liburan penginapan suka penuh. Sebelumnya kita udah nanya beberapa penginapan, dapet di ”Wisma Sederhana” di jalan Kindang Kencana, bisa jalan kaki dari terminal melewati beberapa penginapan lain. Banyak kok penginapan di sini. Tapi untuk antisipasi kalau kemalaman dan takut penuh, meding telpon untuk memasikan ada kamar.

Pas keluar terminal, kit pada celingak celinguk. Pantainya di mana ya…? Banyak bapak-bapak ojek, atau angkot yang nawarin ke Karang Hawu. Karena penginapan kita dekat, terminal dan katanya dekat pantai, jadi kita gak naik angkot atau ojek ke sana.

Dan, taraaa..!!! Pantai cuy! Pantai! Langsung berlari menuju pantai lewat gang pinggir warung. Matahari udah tenggelam, lampu-lampu mulai menyala. Beberapa perahu nelayan sedang merapat. Dari masjid sudah terdengar azan magrib. Tapi pantai begitu menggoda. Kita mampir sebentar, foto-foto, baru jalan ke penginapan.  “Sederhana” yang memang sederhana🙂

Oh iya, Bu Rosalin yang punya penginapan mempersilakan kita ngeliat-liat kamar dulu. Kita pilih aja yang paling nyaman. Ga niat nyari yang lain karena udah pesan sebelumnya, udah malam, udah capek, waktunya sholat Magrib. Bersih – bersih lalu nyari makanan.

Wajah-wajah capek, pas nemu laut langsung gila🙂

Perjalanan selanjutnya, besok mampir dulu ke pantai Karang Hawu sebelum melanjutkan perjalanan ke SawaRNAa. Karena penasaran dengan pantai kemaren. Sebelum ke Sawarna kita sempetin lagi mampir. Ini hasil jepretannya, bagus sih. Tapi sebenarnya tidak sebagus yang terlihat di kamera karena ada sampah-sampah. Sayang banget, pantai bagus gitu jadi terlihat kotor.

So, yang suka jalan kalau ga nemu tempat sampah mending disimpen dulu aja.  kan kasian sama anak cucu kita nanti, eh atau kita sendiri aja deh. Kalau kita udah tua nanti mau jalan-jalan atau bernostalgia ga ada lagi pantai yang bersih. Sayang banget kan …

This slideshow requires JavaScript.

***

2 comments

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s