Buku Indonesia Mengajar


Seorang teman bilang kalau dia lagi baca buku Indonesia Mengajar. Bukunya bagus. Aku sebelumnya pernah dengar tentang gerakan Indonesia Mengajar. Salah satu programnya yaitu pengiriman guru muda yang merupakan orang-orang pilihan ke daerah terpencil untuk menjadi pengajar yang menginspirasi. Kalau baca bukunya belum pernah.
Temanku itu penyuka buku serius. Waktu itu aku kira, isinya tentang program-program Indonesia Mengajar lain seperti yang ada di websitenya. Pas ke toko buku, iseng-iseng aku baca sekilas. Ternyata buku itu berisi cerita mengenai pengalaman pengajar muda yang ditugaskan di daerah terpencil. Bercerita tentang kepolosan anak-anak, ketulusan dan cinta. Luar biasa sekali pengalaman yang mereka dapatkan. Ada yang bahkan di tempat mereka belum ada listrik, tidak ada sinyal telepon, medan yang sulit. Tapi di sanalah mereka menemukan kebahagiaan, jatuh cinta dan memberi cinta.
Pengalaman seorang pengajar muda yang selalu dimintakan. Untuk mengobati luka muridnya. Anak perempua. Kecil itu kadang malah sengaja membuat seperti luka untuk diobati. Usut punya usut kenapa dia begitu, ternyata kurang perhatian karena sudah ditinggal orangtuanya sejak kecil. Lalu sang guru menemukan ‘sesuatu’ yang membuat anak itu tidak lagi minta diobati luka tiap kali bertemu dengan pak guru, tapi minta soal matematika.
Para pengajar muda juga berbagi cerita bagaimana mereka menarik perhatian anak ‘bandel’ tapi sebenarnya punya potensi. Menemukan dan menggali potensi mereka, sehingga membuat mereka berubah. Bukan si anak ‘bandel’ pembuat onar lagi. Ada juga yang belum sempat benar-benar berubah, tapi mereka sudah berpisah.
Membaca buku itu, seperti menyusup diam-diam ke sepenggal kehidupan yang mereka bagi. Kadang lucu, mengharukan, duka dan bahagia bercampur aduk.
Aku selalu salut dengan semangat dan perjuangan mereka menunaikan janji kemerdekaan. Mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan terjun langsung dan berbuat sesuatu yang nyata.
Pengalaman luar biasa yang mereka bagi di sini, membuat kia susah untuk tidak melanjutkan ke penggalan cerita selanjutnya. Setelah selesai satu buku, tidak sabar untuk membaca buku selanjutnya. Mengumpulkan energi positif yang mereka bagi untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.
Lalu pertanyaan lain menggelitik, bagaimana cara kita nunaikan janji kemerdekaan kita?

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s