Berkirim Surat


Kapan kamu terakhir -menulis- surat selain surat resmi? Aku sudah tidak ingat kapan persisnya, setahun atau dua tahun lalu.
Masih pada satu generasi yang sama, zamanpun sudah berubah. Saya masih ingat ketika dulu berkirim surat dengan sahabat pena, lancar mengalir bahkan sampai berlembar-lembar menulis surat. Tapi ketika beberapa hari yang lalu, saya ingin menulis surat tapi susahnya minta ampun. Lalu saya dihadapkan, apakah akan menulis surat atau tidak.
Ketika mencoba menulis, saya bingung bagaimana memulainya, apa yang akan ditulis. Setelah menulis beberapa kalimat, saya berhenti karena merasa kurang tepat. Lalu saya putuskan untuk tidak menulis, tapi menelpon langsung.

Saya jadi berfikir,apakah sudah begitu terbiasanya kita dengan bahasa lisan dalam berkirim kabar, atapun bahasa singkat tepat padat dalam pesan singkat atau malah panggilan video yang sudah jelas blas tidak memerlukan prakata yang panjang seperti dalam surat? Jawabannya iya, sehingga menulis surat bukan kebiasaan yang poluler lagi. Kita tidak usah membahas tentang efektif atau tidaknya.

Bis surat itu merupakan saksi dimana zaman sudah berubah karena teknologi. Merubah pola interaksi manusia dan merubah budaya. Surat yang dikirim dikirim via pos adalah barang langka. Bayangkan seseorang harus meluangkan waktunya untuk merangkai kata-kata, lalu datang ke kantor pos yang hanya buka saat jam kerja. Atau memasukkannya ke dalam bis surat (dia sudah punya perangko sebelumnya dan pastilah orang yang mempunyai kebiasaan unik). Berarti surat yang sampai ke tangan kamu adalah barang istimewa.

2 comments

  1. Terakhir kapan saya berikirm surat sih saya lupa. Tapi yang jelas dulu dengan ibunya anak-anak sempat menggunakan media surat.:mrgreen:

    Kami pun memiliki hobi yang sama yaitu meng-koleksi perangko. 😳

    Kemajuan teknologi juga menjadi andil dalam proses “kepunahan” surat ini. Segala sesuatunya saat ini menjadi serba instan dan cepat. Jadi apakah kelak surat menyurat ini akan ditemui hanya dalam museum?:mrgreen: Namun, jika itu menjadi sejarah, saya bangga karena pernah menjadi aktor sejarah… hehehe…😆

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s