Hujan Kita Dinda (5)


Hujan kali ini dinda, aku kembali ke ranah kita
tempat asal mula cerita
pernahkah aku bercerita pulang untuk waktu lama? menghabiskan sisa waktu kita (kita tidak boleh bilang sisa waktu mereka, siapa yang berani bertaruh tentang usia?)
Itulah cita- cita yang tak berani ku ungkap dinda, setelah nasib menyeret kita ke seberang.
jadi, tebaklah pulang ku kali ini untuk menengok langit hujan kita
Pedih dinda, rintik di atap itu menusuk dalam ke hati.
lalu berkumpul, bergemuruh lewat di depan pondok kita.
lalu bapak yang tidak sekuat dahulu terbatukbatuk memandang jendela, beliau tidak minum kopi lagi dinda tapi rokok itu masih saja bersamanya
lalu ibu kita, selalu menyibukkan diri
ingatkah kau rebusan jagung atau ubi buatan ibu
masih seperti dahulu
hanya hujan ini, berubah menjadi mengerikan
aku takut dinda,
sementara lupakan cerita tentang pangeran di sela hujan yang tidak akan merubah cerita hujan kita.

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s