Hujan Kita Dinda (2)


Hujan ini, menjemput kenangan kita dinda.
Mengganti masa yang tak kan lagi kembali.
Dimana kita menggantung harap pada langit gelap.
Lalu titik titik masa depan turun bersamanya.
Rindu dinda, mengenang penantian kita pada hujan pertama di tiap musimnya.
Bulan apakah saat itu, Desember kah? Januari kah? Kau ingat dinda? Teriakan kita di sela guntur, memecah rinai dengan asa yang buncah. kau menjangkau tetestetesnya di beranda. aku menggambar dibingkai jendela. Lalu bunda menuntun kita berucap syukur.
Masa itu tlah diseret waktu sebagaimana kita diseret nasib satu persatu dari tanah hujan dan langit gelap kita dahulu.
Aku curiga, kini aku dan kau, apakah risau pada tiap tetesnya?
Kabarkanlah dari sana, tentang monster cokelat hitam di goronggorong, di jalanan, menyusup ke rumahrumah. menyeretnya ke lautan. lalu kabar kematian datang perlahan.
Bencikah kau pada hujan kita? bencikah mereka?
sedangkan titiktitik masa depan akan turun bersamanya.

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s