Welcome to Vientiane …


pha that luangNama Vientiane ga terlalu familiar seperti halnya Bangkok, Kuala Lumpur, Seoul atau nama ibukota negara di Asia lainnya. Vientiane adalah ibukota Laos, yang letaknya tidak terlalu jauh dari bangkok.

Karena punya kesempata berada di Vientiane selama dua bulan, saya dengan senang hari berbagi cerita. Sampai saat ini belum ada penerbangan langsung dari indonesia ke Laos. Harus transit di Bangkok, Singapur atau Kuala Lumpur ;-(

Tanggal 30 November,  setelah transit di Bangkok, dengan penerbangan lebih kurang satu jam sampailah di Vientiane.  Suhu dingin malam itu tidak terlalu ekstrim, masih di atas lima belas derajat celcius jadi bisa beristirahat dengan tenang🙂

Karena tujuan utama ke Vientiane untuk kerja, so jalan-jalannya di waktu libur aja. Tapi lumayan juga lho, di Vientiane nya ada ada banyak objek wisata, belom lagi yang di seputaran Vientiane. walaupun ga sempat ke propinsi lain tapi bersyukur banget sudah dapat kesempatan ke sini.

 Objek wisata dalam kota:

  • Lao National Museum
  • Patuxai
  • Wat Si Saket  (Sisaket Museum)
  • Haw Pha Kaew.
  • That Dam (stupa Hitam)
  • Pha That Luang. sisekitarnya ada beberapa wat : Wat That Luang Neua  Wat That Luang Tai
  • Wat Si Muang , Wats Onteu, Inpeng, Mixay dan Haisok  (Wat nya tersebar di mana mana dengan ciri khas relief dan ukiran berwarna kuning emas dan merah.

Vientiane adalah kota yang tenang, dan juga katanya paling aman di asia. Dari cerita orang Indonesia yang tinggal di sini, pernah ketinggalan tas di bandara dengan kondisi risleting kebuka. Eh, pas disusul balik, tas dan isinya masih utuh. Aku juga pernah belanja di pasar ngasih uang duapuluh ribu yang aku kira dua ribu. Abis bayar aku langsung pergi, orangnya manggil-manggil ngasih kembalian.  Tapi  kalopun gitu kita tetap hati-hati  jangan sampai kehilangan kewaspadaan terhadap keselamatan diri sendiri.

Karena Vientiane jaraknya dekat dan mempunyai hubungan historis  yang panjang dengan Thailand   bahasa Thai lebih familiar, juga tulisan Thai. Serunya, disini berlaku tiga mata uang. Bath (mata uang Thailand), $ (dolar AS) dan Kip (mata uang setempat. Kalau belanja di toko atau supermarket, dan ketahuan sebagai orang asing ntar ditanyain, mau bayar pakai Dola (Dolar maksudnya, orang sini agak susah dengan R di akhir suku kata) atau Bath. Dan nilai tukar untuk beli dan jual, relatif sama. Tapi kalau belanja di pasar tradisional, sebaiknya pakai Kip.

Soal makanan, saya ga punya rekomendasi banyak.

  • Tam Makhung (Dari Pepaya muda yang dibikin kaya rujak)
  • Khopyak (ga tau nih cara nulisnya, semacam baso ikan)

Aku ga terlalu suka nyoba makanan baru di Vientiane. Palingan untuk makan, lebih seneng masak sendiri. Sekali-sekali makan di warung Jawa ( yang jualan orang jawa yang udah lama di Vientiane) tempatnya ga jauh dari KBRI. Kadang makan di restoran India atau Malaysia yang ada di pinggir sungai Mekong. Catatan: Rumah makan Padang belum ada nih di Vientiane🙂

 Belanja di pasar tradisional di Vientiane seru loh. Harganya hampir sama kaya di Indonesia. Beli sayur dua ribu, cabe dua ribu, ikan sepuluh ribu, jadi lebih cepet mikirnya hehehe. Sebagai seorang Muslim, aku sangat terbantu dengan adanya Ayam potong, daging Sapi, baso yang udah dikemas dan diberi label halal. Biasanya produk seperti itu berasal dari Thailand. Kalau butuh daging Sapi halal, bisa dipesan tiap hari Jum’at di salah satu Masjid di Vientiane.  Aku sendiri belum pernah mesan, nanti kalau ada info mungkin aku bisa bagi lagi. Oh iya, di Vientiane ada dua Masjid, satunya di dekat kawasan wisata Sungai Mekong, satunya lagi agak jauh. Waduh aku lupa alamatnya.

Yang serunya lagi, orang Laos ramah-ramah walaupun mereka tidak banyak yang bisa bercakap bahasa inggris ataupun perancis (secara negara ini pernah dijajah Perancis, tapi masyarakatnya tidak berbahasa Perancis), eh sama kaya indonesia yang dijajah Belanda, rakyatnya ga lalu berbahasa Belanda. Karena berkerudung, aku sering ditanya “Malaysia?”. Aku jawab Indonesia, mereka ga langsung tau  harus dijelasin dulu kalau Indonesia itu deket Malaysia.

Silakan Komen di sini :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s