Posts Tagged ‘seribu candi’

h1

Trip To Sawarna – Perjalanan

September 20, 2012

Desa Sawarna terletak di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Berbatasan dengan Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Untuk mengunjungi Desa Sawarna bisa melewati berbagai jalur. Dengan titik awal Jakarta, kami memilih untuk memilih jalur Bogor – Pelabuhan Ratu.

Sawarna Memang benar-benar WAW! Kombinasi dari pesona pantai berpasir putih, laut biru dengan ombak yang besar, persawahan dan perkampungan penduduk, goa dan bukit yang hijau.  Mengunjungi satu desa, kita akan bisa menikmati  berbagai objek wisata. Beberapa diantaranya:

Pantai Laguna Pari, Karang Bereum, Karang Taraje
Pantai Tanjung Layar,  Pantai Ciantir, Pantai Pasir Putih
Pantai Goa langir, Goa Seribu Candi
• Goa Lalay *kemaren ga sempat ke sini
Pantai Pulo Manuk *pantai ini udah ke arah Bayah
Image

Kira-kira ini rincian biaya “dasar” yang dikeluarin untuk pergi ke Sawarna

1. Kos Ke stasiun Kota Rp. 3.000
2. KRL Stasiun Kota – Bogor Rp. 7.000
3. Angkot Stasiun Bogor – Terminal Baranang Siang Rp. 2.000
4. Bus MGI AC Baranag Siang – Pelabuhan Ratu Rp. 35.000
5. Elf Pelabuhan Ratu – Sawarna Rp. 30.000
Ongkos (x2) Rp. 154.000
6. Menginap di Sawarna/Malam/ Orang Rp. 60.000 *optional

Total : Rp. 214.000

Di atas itu merupakan biaya ke Sawarna saat musim liburan lebaran. Kemungkinan di hari biasa bisa lebih murah. Sangat disarankan jika ingin naik kendaraan umum dan ingin hemat, sebaiknya sampai di terminal pelabuhan Ratu ga lebih dari jam sepuluh siang. Karena sampai saat kami ke sana bulan lalu, angkutan umum yang langsung dari Pelabuhan Ratu ke Sawarna hanya ada satu. Berangkat dari Pelabuhan Ratu sekitar jam sepuluh atau jam sebelas.

Jembatan gantung Menuju Ciantir

Kalo ketinggalan angkutan satu-satunya itu, kamu bisa naik angkutan umum rute Pelabuhan Ratu – Bayah yang jumlahnya cukup banyak. Kemudian minta turun di pertigaan Ciawi. Lalu naik ojek dari Ciawi ke Sawarna, jaraknya masih ada sekitar lima belas kilo lagi.

Kalau Sudah kesorean nyampai di Pelabuhan Ratu dan khawatir kemalaman nyampai Sawarna, ada baiknya nginap aja. Banyak sekali penginapan di Pelabuhan Ratu, harganya juga bermacam-macam. Yang dekat dari terminal ada, yang di Karang Hawu juga Banyak. Pagi-pagi, sebelum mengejar angkutan ke Sawarna, kita bisa menikmati pantai-pantai di Pelabuhan Ratu terlebih dahulu.

Sebenarnya Elf dari Pelabuhan Ratu ke Sawarna melewati deretan pantai yang bagus seperti Citepus, Cimaja, Karang Maya, Karang Hawu, dll. Tapi kalau Kamu ga naik di terminal, ga bakalan dapat duduk karena biasanya nunggu penuh dulu di terminal.

Pelabuhan Ratu –> Perjalanan Menuju Sawarna

Di Sawarna, biaya nginap rata-rata sama Rp. 50-60 ribu permalam, tidak termasuk makan. Kalau yang sudah termasuk makan tiga kali sehari, harganya Rp. 120 ribu/malam/orang. Kemaren kami dapat di rumah penduduk dengan fasilitas kipas angin dan kamar mandi di dalam. Satu kamar untuk empat orang, kami isi tiga orang dengan bayaran yang sama. Kalau ingin fasilitas lebih dengan bayaran lebih juga ada, semuanya dikelola oleh penduduk. Saat musim liburan lebaran dan tahun baru, Sawarna rame banget, jadi sebaiknya pesan tempat menginap jauh-jauh hari.

Elf Ke Sawarna

Saat mau balik ke Pelabuhan Ratu, jangan lupa pesan sama sopir atau kernet elf nya. Karena kalu musim libur, rame banget.  Daripada ngojek ke Ciawi trus baru naik elf Bayah- Palabuhan Ratu. Elf ini super banget lho. Isinya bisa penuh banget bahkan sampai meluap ke atas. Waktu kita balik kemaren ada juga bule yang ikutan naik ke atap sambil bawa papan surfingnya. Berani juga tuh bule naik Ke Atap mobil. Untuk tantangan yang  ini aku ga berani nyoba.

h1

Trip to Sawarna VII – Karang Taraje

September 10, 2012

Sawarna! Sawarna! Sawarna!
Sebut namanya tiga kali dan kau akan ada di sana

Karang taraje tidak jauh dari pantai Laguna Pari. Kembali naik ojek motor melewati jalan setapak diantara pohon-pohon kelapa. Melewati pasir pantai yang putih, akhirnya sampai ke karang taraje. Taraje = Tangga dalam bahasa sunda. Karang-karang itu bergerigi, terbentuk karena harmoni alam. Memanjang seperti benteng pertahanan, membentengi hamparan karang dan beberapa karang kecil di belakangnya.

Kalau nanti ke sana lagi, sepertinya harus menunggu pasang naik di Karang itu. Sehingga ombak tinggi yang berhasil melewati batas benteng, seperti tumpah dan membentuk jejeran air terjun di sepanjang benteng.

This slideshow requires JavaScript.

h1

Trip to Sawarna VI – Pantai Laguna Pari

September 10, 2012

Sawarna! Sawarna! Sawarna!

Sebut namanya tiga kali dan kau akan ada di sana

Pas bangun tidur langsung tersadar bahwa kita lagi ada di Sawarna. Suara deburan ombak dan desauan angin jelas banget di telinga. Pantai ga lebih lima belas meter di sela pohon kelapa sana.

Yang diincar pagi itu adalah matahari terbit di pantai laguna Pari. Kita sudah mendiskusikan malam sebelumnya. Keputusannya adalah naik ojek setelah subuh, tidak mungkin jalan kaki. Karena kita tidak ada yang tidak jalan ke sana. Alasan kedua, belum tentu juga kita bakal ketemu orang selama perjalanan buat nanya kalo nyasar.

Kenyataannya adalah: Kita berangkat ga persis abis subuh karena ada yang sakit perut kebanyakan makan sambel.Pagi-pagi segitu, udah banyak yang jalan ke pantai Laguna Pari. Tapi kalau belum pernah ke sana, mending naik ojek. Tapiiii, harus siap-siap mental kalo naik ojek. Jalannya masih jalan setapak, diberi batu-batu gede. Kalau jalan kaki, harus siap-siap pegal. Disarankan pake sandal atau sepatu yang nyaman buat jalan ke medan yang kaya gitu.

Jembatan Gantung Pagi Hari

perjuangan yang kita hadapi di jalan bakal terbayar dengan pemandangan indah pagi itu.

Indahnya

Matahari Terbit Di Pantai Laguna PariMatahari di Ujung Jari

 

Di Laguna Pari ini ada Karang Bereum. Bereum dalam bahasa Sunda artinya merah. Kami menemukan karang -karang yang dibawa ombak ke pinggir pantai berwarna kemerahan. Karang besarnya sendiri ga berwarna merah.

Bintang Laut Sembunyi Dibalik Karang

Ga Perlu Menyelam Untuk Melihat Ini

Dua Model Saya :-)

Puas menikmati pantai Laguna Pari, mari kita ke Karang Taraje

h1

Trip to Sawarna V – Pulo Manuk

September 6, 2012

Sawarna! Sawarna! Sawarna! 

Sebut namanya tiga kali dan kau akan ada di sana

Pantai Pulo Manuk letaknya sekitar tujuh kilo dari desa Sawarna ke arah Bayah. Melewati kebun hutan Jati dan Hutan karet milik Perhutani, lalu hutan suku Baduy. Keluar dari desa Sawarna, tanjakannya curam banget. Tapi begitu nyampe atas kamu akan disuguhi pemandangan pantai desa Sawarna yang pasirnya putih.

Terlihat dari Tanjakan Jalan menuju Pulo Manuk

Terlihat dari Tanjakan Jalan menuju Pulo Manuk

Pantai Pasir Putih Sawarna Terlihat dari bukit menuju pantai Pulo Manuk

Kita dianterin naik ojek ke Pulo manuk. Ke Pulo Manuk gak disaranin buat jalan kaki. Selain jarang banget orang yang jalan kaki melewati hutan, juga bakalan ngabisin waktu. Karena pemandangan di sepanjang jalan (kecuali yang tadi di puncak bukit) cuma pohon jati dan pohon karet.

(FOTO)

Polu : Pulau ; Manuk : Burung. Yang mana pulaunya? Nah itu dia yang bikin penasaran. yang nganterin kita bilang yang disebut Pulo Manuk adalah gugusan batu karang yang menjorok ke laut yang bisa kita lewati dengan merjalan kaki di atas karang-karang itu ketika air lagi surut.

Nah, ada lagi sumber satunya (wisatawan) bilang kalau mereka naik kapal ke Pulo Manuk dari pantai. Waaaa… apa kemaren itu kami kecolongan yak? Ga bisa dibiarkan itu. Soalnya kemaren itu kami juga ngeliatin kapal-kapal kecil gitu, tapi ga berniat untuk naik. Selain takut karena ombaknya gede, kita juga mikirnya cuma sekedar berperahu agak ke tengah trus balik lagi.

Tapi, setelah difikir-fikir. Kesimpulannya adalah kemungkinan Pulo yang dimaksud adalah puncak karang tertinggi yang masih keliatan ketika air pasang. Sedangkan karang-karang yang bisa kita injak sebelumnya berubah jadi laut #dramatis.

Pelajarannya adalah, rajin bertanya jika tidak ingin ketinggalan tempat atau event berharga.

 *****

h1

Trip to Sawarna IV – The Hidden Paradise

September 5, 2012


Sawarna! Sawarna! Sawarna!

Sebut namanya tiga kali dan kau akan ada di sana.

Sebenarnya waktu di Sawarna ga sabar banget pengen nulis. Pengen cerita kalo Sawarna memang luaaaar biasa.  Tapi Baru sekarang sempat cerita lagi. Belum sepersepuluh dari “hal luar biasa” itu yang dapat aku bagi disini, sungguh harus  datang ke sana untuk menikmati keseluruhan pesona The Hidden Paradise di bagian selatan pulau Jawa tersebut. Bahkan waktu tiga hari dua malam, belum dirasa cukup.

Kita nyampai di Sawarna sekitar jam satu siang dari Pelabuhan Ratu. Naik mobil elf satu-satunya ke Sawarna. Berangkat  jam sebelasan. Jalannya, gilaaaa….. Ga jelek-jelek  amat sih. Tapi  tanjakan, turunan dan  tikungannya sukses membuat badanku lemes. Untung masih bisa ngomong sambil liat-liat jalan #rugi kalo tidur, soalnya pemandangan sepanjang jalan bagus banget.

Pelabuhan Ratu –> Perjalanan Menuju Sawarna

Sebelumnya kami sudah mesan penginapan di tempat ibu Hudaya. Tapi Ibu Hudaya bilang sudah penuh. Tempat lain yang kami tanyain juga udah pada penuh. Ternyata kalau  musim liburan (terutama lebaran dan tahun baru) mesan penginapan harus jauh-jauh hari. Untung ibu Hudaya nawarin di rumah anaknya. Tapi kita telat dari waktu yang dijanjiin, tempat itu juga udah penuh. Akhirnya kita ditawari di tempat sodaranya. Gapapa, yang penting udah nyampe Sawarna dan dapat  tempat menginap. Walupun sempet takut juga, tuh rumah masih renovasi. Langit-lagitnya belum sepenuhnya selesai. Tapi  kita berusaha tenang, yang punya rumah ngejagain kok.

Nah ini dia view dari penginapan kami:

Bunyi Ombaknya memanggil-manggil :-)

Nyampe penginapan, kita leyeh-leyeh dulu sambil nunggu makan siang. Waktu itu pasti menjadi menu makan siang paling  enak di dunia #hahaha lebay. Tergoda dengan sambelnya yang enak, aku makan sepuasnya. Ga mikir bakal sakit perut kebanyakan makan  sambel. Sambel teh ai, teope begete deh :-)

Menu Makan Siang

Abis ashar, kita langsung memanfaatkan hari yang tersisa. Pergi ngeliat matahari terbenam ke pantai Pulo Manuk.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.